NTB

Perkuat Orkestrasi Pembangunan, Gubernur NTB Duduk Bareng Bupati dan Wali Kota

Diskominfotik NTB
RAPAT BERSAMA - Gubernur Provinsi NTB Lalu Muhamad Iqbal saat rapat dengan bupati dan wali kota se-NTB, dalam forum High Level Meeting (HLM) di Katamaran Hotel and Resort Senggigi, Lombok Barat, Kamis (13/2/2026). Rapat ini juga diikuti pejabat eselon II pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membentuk High Level Meeting (HLM) untuk orkestrasi pembangunan di NTB
  • Program strategis tengah digesa Pemprov NTB: penguatan sektor pendidikan, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, hingga pengembangan pariwisata berkualitas.
  • HLM Memastikan program nasional selaras dengan pembangunan daerah.
 


TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM 
— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat orkestrasi pembangunan lintas sektor melalui High Level Meeting (HLM) bersam kepala daerah di kabupaten/kota se-NTB.

Pertemuan ini mengusung semangat orkestrasi pembangunan, sebagai forum strategis sinkronisasi dan harmonisasi program prioritas provinsi dengan kabupaten/kota.

Rapat tingkat tinggi tersebut dipimpin langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, diikuti para bupati dan wali kota se-NTB serta pejabat eselon II pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, bertempat di Katamaran Hotel & Resort Senggigi, Lombok Barat, Kamis (13/2/2026).

Dalam pemaparannya, Gubernur Ibal menegaskan bahwa HLM menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program unggulan daerah berjalan selaras dengan agenda nasional, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan NTB.

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan sejumlah progres strategis yang telah dan sedang dijalankan, meliputi penguatan sektor pendidikan, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, hingga pengembangan pariwisata berkualitas.

Di sektor pendidikan, NTB telah menjalankan Program Sekolah Rakyat sejak 2025 di Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa. Pemprov juga menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat di Desa Gumantar (Lombok Utara) dan Desa Pandai (Kabupaten Bima) dengan target masing-masing hingga 1.000 siswa, serta menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Garuda di Lombok Timur dan Sumbawa.

Pada bidang ekonomi desa, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 1.166 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berbadan hukum di seluruh kabupaten/kota, dengan 50 koperasi model berbasis potensi lokal. 

Sebanyak 10 koperasi telah memperoleh dukungan pembiayaan dari Bank Mandiri, sementara Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terbentuk di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Baca juga: Gubernur Iqbal Puji Prestasi Qari Cilik asal Bima, Siapkan Ruang untuk Generasi Qurani

Untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemprov NTB mengakselerasi Program Desa Berdaya Transformatif melalui penetapan 106 desa prioritas dan 40 desa berdaya tahun 2026. 

Program ini didukung 144 pendamping bagi 7.250 kepala keluarga, verifikasi data DTSEN bersama BPS, serta alokasi anggaran bantuan keuangan desa, tenaga pendamping, dan transfer aset produktif. 

Pada APBD NTB 2026, pemerintah mengalokasikan dana OPD sebesar Rp450,04 miliar yang menjangkau 841 desa/kelurahan, dengan fokus signifikan pada desa miskin ekstrem.

Pada sektor tata ruang, Gubernur Iqbal mendorong percepatan sinkronisasi RTRW kabupaten/kota dengan RTRW provinsi, termasuk penyelesaian KLHS dan proses lintas sektor bersama Kementerian ATR/BPN guna menjamin kepastian ruang bagi investasi dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara pada isu kehutanan dan ketahanan pangan, Gubernur menyoroti tantangan tumpang tindih kawasan hutan, perambahan lahan, hingga klaim hutan adat. Untuk penertiban kawasan hutan dan pertambangan, Pemprov memperkuat langkah melalui pembentukan Satgas Sumber Daya Alam yang melibatkan TNI dan Polri.

Dalam rangka mendukung swasembada pangan, NTB juga mengelola ratusan daerah irigasi lintas kewenangan serta melaksanakan program optimasi lahan (OPLAH) tahun 2025 di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Di bidang lingkungan hidup, Pemprov NTB mengalokasikan Rp110,3 miliar APBD 2026 untuk pengelolaan sampah di seluruh kabupaten/kota, disertai penguatan fasilitas pengelolaan sampah yang pada 2025 telah mencapai ratusan unit.

Sektor pariwisata diarahkan pada pengembangan pariwisata berkualitas melalui peningkatan lama tinggal dan belanja wisatawan, penguatan NTB sebagai pusat MICE, pengembangan destinasi baru terintegrasi, serta peningkatan akses dan konektivitas antar destinasi. 

NTB juga menetapkan 10 kawasan destinasi pariwisata terintegrasi (Key Tourism Area) yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Selain itu, Miq Iqbal juga memaparkan bahwa Pemprov NTB saat ini memperkuat kerja sama regional Bali–NTB–NTT pada sektor energi, perhubungan, pariwisata, perdagangan, dan perencanaan untuk membangun ekosistem ekonomi kawasan timur Indonesia yang saling terhubung.

Perkuat Pelakanaan MBG dan Kopdes Merah Putih

lihat fotoRAKOR - Para kepala daerah, dari kiri ke kanan; Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, dan Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar saat menghadiri forum High Level Meeting (HLM) bersama gubernur NTB, di Katamaran Hotel and Resort Senggigi, Lombok Barat, Kamis (13/2/2026). Rapat ini juga diikuti pejabat eselon II pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
RAKOR - Para kepala daerah, dari kiri ke kanan; Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, dan Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar saat menghadiri forum High Level Meeting (HLM) bersama gubernur NTB, di Katamaran Hotel and Resort Senggigi, Lombok Barat, Kamis (13/2/2026). Rapat ini juga diikuti pejabat eselon II pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Lebih lanjut dalam arahannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Alhamdulillah berbagai program nasional sudah mulai dilaksanakan di NTB. Pemprov juga menyiapkan dukungan lintas OPD, termasuk pengembangan budidaya ikan patin dan pembangunan pabrik ayam petelur terintegrasi,” ujar Miq Iqbal.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus penguatan ketahanan pangan desa.

“Oleh karena itu, semua daerah diminta fokus mengembangkan Kopdes Merah Putih serta menyiapkan bahan baku MBG sebagai penggerak ekonomi berbasis desa,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan rencana penerbitan Peraturan Gubernur yang mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap bahan baku dari Kopdes Merah Putih, sehingga koperasi menjadi pusat pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan lokal, sekaligus memutus rantai distribusi panjang.

KLU Butuh Sport Center

Pada sesi diskusi, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar menyampaikan persoalan pengelolaan sampah di kawasan wisata tiga gili serta rencana pembangunan Youth and Sport Center sebagai pusat kegiatan pemuda dan olahraga.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri melaporkan penurunan angka stunting dan kemiskinan ekstrem hingga 0,72 persen. Ia juga menyampaikan masih terdapat desa/kelurahan yang belum memiliki lahan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.

Sebagai tindak lanjut HLM, Pemprov NTB menetapkan delapan langkah strategis, antara lain penguatan Program Desa Berdaya, pembentukan Satgas Perlindungan Hutan, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, optimalisasi opsen pajak, dukungan program prioritas nasional dan provinsi, penguatan kerja sama regional Bali–NTB–NTT, optimalisasi peran pemerintah daerah sebagai orkestrator pembangunan dan creative financing, serta monitoring dan evaluasi bersama Pemprov dan Pemkab/Pemkot.

Melalui orkestrasi pembangunan ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat menuju NTB Makmur Mendunia.