NTB

Mandalika Tak Lagi Cuma Wisata, NTB Kini Bidik Ekspansi Investasi Multi Sektor

TribunLombok.com/Sirtupillaili
KUTA MANDALIKA: Beberapa orang wisatawan dikerumuni penjual gelang dan kain di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (8/1/2021). Pemprov NTB ingin melebarkan sayap investasi di KEK Mandalika bukan hanya pada sektor pariwisata saja. 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov NTB dan ITDC bersepakat mengekspansi investasi di KEK Mandalika tidak hanya di sektor pariwisata guna menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
 
  • Gubernur Iqbal membentuk Pokja khusus untuk menjamin kepastian hukum dan keamanan demi menarik minat investor global dari Jepang hingga Spanyol.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi magnet ekonomi bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tak heran jika pemerintah daerah ingin melebarkan sayap investasi bukan hanya pada sektor pariwisata saja.

Poin ini menjadi salah satu tema diskusi dalam rapat koordinasi (Rakor) kolaborasi pengembangan pariwisata di kawasan Mandalika, di Mataram beberapa waktu lalu. 

Dalam rapat yang dipimpin langsung Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, dihadiri Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata atau InJourney, Maya Watono. 

Iqbal mengatakan selain mengurai masalah yang terjadi di Mandalika, dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana investasi di kawasan yang memiliki luas 1.035,67 hektar tersebut. 

"Pemprov, Pemkab itu ingin terlibat mempromosikan investasi di Mandalika. Ada kesepakatan kita ekspan (Ekspansi)," kata Iqbal. 

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki inipun menjelaskan pengembangan investasi yang dimaksud bukan hanya pada sektor pariwisata, tetapi yang memiliki dampak langsung kepada pariwisata. 

"Investasinya itu tidak langsung ke pariwisata tetapi menciptakan dampak ke pariwisata," kata Iqbal. 

Bahkan dalam pertemuan yang juga dihadiri pentahelix pariwisata itu juga sudah dibahas terkait jenis investasi yang akan dilakukan, namun Iqbal enggan membeberkannya. 

Direktur Operasi InJourney Tourist Development Corporation (ITDC) Troy Warako mengatakan, investasi di kawasan Mandalika saat ini trendnya cukup positif. 

Ini dibuktikan dengan beberapa investor yang mencoba masuk seperti dari Jepang, Maroko, Belanda dan Spanyol. 

"Saya rasa secara investasi terus bergerak, beberapa investor baru muncul," kata Troy. 

Namun Troy mengatakan, satu yang investor ini minta yakni jaminan keamanan dalam berinvestasi di dalam kawasan Mandalika. Inilah yang menjadi poin pembahasan juga, bagaimana agar persoalan di dalamnya bisa selesai. 

Mulai dari dasar hukum, lahan, analisis dampak lingkungan hingga persoalan lainnya. Maka Gubernur Iqbal membentuk kelompok kerja (Pokja) yang akan membenahi semuanya sesuai tugas mereka. 

"Kepastian keamanan, kondusifitas terus, kemudian perhelatan MotoGP bisa kita perlihatkan, aktivitas lain di dalam dan luar sirkuit kita tampilkan," kata Troy merincikan beberapa indikator yang diinginkan investor.

Baca juga: Mitigasi Multi Bencana sebagai Investasi Peradaban: Catatan Lapangan Gubernur NTB

Ia mengungkapkan masih banyak lahan di kawasan Mandalika belum dioptimalkan pengelolaannya, maka dengan kehadiran investor ini juga diharapkan bisa membantu mengelola kawasan tersebut. 

Berdasarkan catatan administrator KEK Mandalika, sejak 2017-2025 lalu sebanyak 33 investor sudah merealisasikan investasinya di kawasan tersebut dengan total nilai Rp5,96 triliun. 

Banyaknya investasi di Mandalika nanti, akan dibarengi dengan serapan tenaga kerja di sana semakin tinggi. Maka harapannya bisa mengurangi angka kemiskinan di lingkar Mandalika.

(*)