NTB
5 Langkah Cepat Pemprov NTB Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan BMKG mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Dasarian III Januari 2026.
Fokus perhatian tertuju pada kawasan lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora yang merupakan sentra pertanian sekaligus zona rawan bencana hidrometeorologi.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam.
Gubernur Provinsi NTB Lalu Muhamad Iqbal telah menyiapkan langkah antisipasi. Strategi ini disusun secara komprehensif untuk melindungi masyarakat dan aset produktif di kedua wilayah tersebut.
Baca juga: Naik Motor Trail, Gubernur NTB Tinjau Langsung Jalan Vital dan Jembatan di Sumbawa
Koordinasi Terpadu Lintas Sektor
Ahsanul Khalik alias Aka menjelaskan, bahwa koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diperkuat melalui mekanisme komando terpadu yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.
"Koordinasi kami tidak menunggu kejadian, melainkan berbasis prakiraan dan pencegahan. Seluruh instansi sudah bergerak sesuai tupoksinya," ujar Dr Aka.
Misalnya BPBD diminta gubernur untuk fokus pada pemantauan intensif, kesiapan logistik, dan sistem peringatan dini.
Sementara Dinas PUPR memastikan drainase dan saluran irigasi berfungsi normal guna mencegah banjir serta memetakan titik rawan longsor di jalur transportasi.
Dinas Pertanian dan Perkebunan bertugas memberikan pendampingan pola tanam kepada petani agar terhindar dari gagal panen.
Kemudian Dinas Sosial menyiapkan layanan kedaruratan seperti dapur umum dan skema evakuasi warga.
"Langkah ini juga melibatkan sinergi kuat dengan TNI/Polri, Basarnas, relawan, hingga pemerintah tingkat desa," kata Dr Aka.
5 Langkah Konkret Antisipasi Dampak Ekstrem
Dalam menghadapi potensi bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang, sesuai perinth gubernur, Pemprov NTB menjalankan lima strategi Utama, yakni:
1. Informasi Publik Cepat
Pemprov NTB akan menyebarluaskan peringatan BMKG melalui kanal resmi pemerintah agar masyarakat di lereng gunung bisa mengantisipasi lebih dini.
2. Kesiapsiagaan Infrastruktur
Memetakan jalur-jalur rawan agar penanganan akses jalan yang terputus bisa dilakukan dengan cepat.
3. Perlindungan Sektor Pertanian
Mengingat Rinjani dan Tambora adalah lumbung pangan, gubernur memerintahkan agar dilakukan penguatan saluran air di lahan dan mitigasi erosi.
4. Logistik dan Evakuasi
Sekala bencana tidak bisa diprediksi. Karena itu, Gubernur Iqbal memastikan stok kebutuhan dasar tersedia jika sewaktu-waktu warga harus dievakuasi.
5. Edukasi Kewaspadaan
Pemerintah menghimbau warga di bantaran sungai dan tebing untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun.
Skema Bantuan dan Pemanfaatan Dana BTT
Menanggapi kemungkinan adanya kerusakan lahan pertanian, Pemprov NTB telah menyiapkan skema bantuan pascabencana, mulai dari pendataan lahan terdampak hingga pemberian bibit dan sarana produksi.
Terkait anggaran, ia menyebutkan bahwa Belanja Tidak Terduga (BTT) siap digunakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"BTT dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti penyelamatan warga, tanggap darurat, dan pemulihan awal. Namun, penggunaannya tetap harus akuntabel dan melalui verifikasi yang ketat," jelasnya.
Imbau Warga Tetap Waspada
Ahsanul Khalik mengajak masyarakat, terutama yang berada di wilayah lereng gunung, untuk tetap tenang namun waspada.
"Kami mengimbau warga untuk terus mengikuti informasi resmi, menghindari aktivitas di area rawan saat hujan ekstrem, dan segera melapor kepada aparat terdekat jika melihat tanda-tanda bencana. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Gubernur-Lalu-Muhamad-Iqbal-bersama-Bupati-Lombok-Barat-Lalu-Ahmad-Zaini.jpg)