Penemuan Mayat Mahasiswi KSB
Polisi Turunkan Anjing K-9 Kumpulkan Bukti Kasus Kematian Mahasiswi Unram
Polisi menerjunkan anjing pelacak K-9 untuk mencari petunjuk baru dalam kasus kematian mahasiswi Unram di kos-kosan wilayah Gomong, Mataram.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Polisi menerjunkan anjing pelacak K-9 untuk mencari petunjuk baru dalam kasus kematian mahasiswi Unram di kos-kosan wilayah Gomong, Mataram.
- Hingga kini, 12 saksi telah diperiksa dan polisi masih mendalami CCTV serta barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Penyelidikan kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) di kamar kosnya terus dilakukan, Kepolisian menerjunkan anjing pelacak (K-9) dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mencari petunjuk baru dalam kasus ini.
"Hari ini kami turunkan K-9 untuk melakukan pengecekan di seputaran TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Dharma Yulia Putra, Sabtu (23/5/2026).
Anjing pelacak ini menyusuri setiap sudut kos-kosan yang berada di wilayah Gomong, Kota Mataram itu, termasuk memeriksa kamar tempat ditemukannya korban NDR asal Sumbawa Barat tak bernyawa.
Dharma mengatakan, sampai saat ini sudah ada 12 orang saksi yang diperiksa, diantaranya teman dari korban ini. Ia mengatakan saat ini proses masih pada tahap penyelidikan dan masih mengumpulkan bukti-bukti.
"Sejauh ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi dan kami masih mengumpulkan bukti-bukti," kata Dharma.
Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Pantai Nipah, Radiet Bantah Bunuh Mahasiswi Unram
Sebelumnya Dharma mengatakan selain saksi-saksi polisi juga memeriksa sejumlah kamera pengawas atau cctv di sekitar tempat kejadian perkara, guna mengetahui rentetan aktivitas korban sebelum ditemukan tak bernyawa.
"CCTV masih kita gali, kita kumpulkan CCTV-nya" ujar mantan Kasat Reskrim Polres Lombok Timur ini.
Dharma enggan menjelaskan lebih jauh terkait progres penanganan kasus ini, polisi juga sudah mendapatkan hasil visum dan otopsi terhadap jenazah mahasiswi semester enam ini.
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan beberapa barang bukti salah satunya cokrol. Dharma mengatakan ini diamankan guna memeriksa apakah benda tersebut digunakan oleh pelaku menghabisi nyawa perempuan itu.
(()
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PENYELDIKAN-KASUS-MAHASISWI-UNRAM-TEWAS-DI-KOS.jpg)