Haji 2026
Menu Katering Haji: Daging Sapi hingga Ikan, Sayur, dan Buah-buahan
Menu katering disusun dengan komposisi seimbang yang mencakup asupan protein, karbohidrat, dan serat
Ringkasan Berita:
- Menu katering disusun dengan komposisi seimbang yang mencakup asupan protein, karbohidrat, dan serat.
- Kebutuhan vitamin dan serat dicukupi melalui sayuran serta buah-buahan seperti wortel, kentang, apel, pir, dan pisang.
TRIBUNLOMBOK.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan menu katering bagi jemaah haji Indonesia di Madinah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan yang ketat.
Pengawasan dilakukan secara berlapis oleh tim dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung yang ditugaskan khusus untuk memantau seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari tahap pra produksi, proses memasak, hingga distribusi ke hotel penginapan jemaah.
Perwakilan tim pengawas Poltekpar NHI Bandung, Nova MH, menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan tiga kali sehari mengikuti jadwal makan jemaah.
Untuk memastikan kualitas makan pagi, pengawasan bahkan dimulai sejak pukul 00.00 hingga 04.00 dini hari saat proses memasak berlangsung.
"Pengecekan rutin dilakukan tiga kali sehari mengikuti jadwal makan jemaah," ujar Nova di Madinah, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: 118 Hotel di Tiga Wilayah Madinah Siap Tampung Jemaah Haji Indonesia
Kandungan Gizi
Dari sisi kandungan gizi, menu katering disusun dengan komposisi seimbang yang mencakup asupan protein, karbohidrat, dan serat.
Sumber protein diperoleh dari daging sapi, ayam, ikan, telur, dan tempe, sementara karbohidrat dipenuhi dari nasi dengan porsi terukur.
Kebutuhan vitamin dan serat dicukupi melalui sayuran serta buah-buahan seperti wortel, kentang, apel, pir, dan pisang.
Selain itu, menu pelengkap seperti puding turut disajikan untuk menambah asupan serat jemaah.
Keterbatasan ketersediaan sayuran hijau di Arab Saudi disiasati dengan pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia secara optimal tanpa mengurangi nilai gizi.
Menu khas Indonesia seperti tempe juga tetap dihadirkan guna menjaga selera makan jemaah selama berada di Tanah Suci.
Dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, suhu makanan saat distribusi menjadi perhatian khusus.
Makanan diwajibkan berada pada suhu 60—70 derajat Celsius saat dikirimkan ke hotel agar tetap higienis dan tidak cepat basi.
Nova juga mengimbau jemaah untuk segera mengonsumsi makanan setelah diterima, mengingat penundaan dapat menurunkan kualitas pangan meski disimpan dalam kondisi tertutup.
Pemeriksaan berkala terhadap penyimpanan bahan makanan, baik segar maupun kering, turut dilakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada bahan yang rusak atau tidak layak konsumsi.
Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, Kemenhaj berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjaga kondisi fisik yang prima melalui asupan makanan yang sehat, bergizi, dan higienis selama menjalankan rangkaian ibadah di Madinah.
(*)
| JCH NTB Masuk Asrama Mulai Besok, Jemaah Dilarang Bawa Sambal-Makanan Tradisional |
|
|---|
| 23 Dapur Katering Layani Jemaah Haji Indonesia di Madinah |
|
|---|
| Petugas Haji di Madinah Bersiap Sambut Jemaah Gelombang Pertama |
|
|---|
| Penerbangan Haji Tidak Melewati Wilayah Udara Terkait Konflik Iran-AS |
|
|---|
| Kemenhaj Jamin Koper Jemaah Haji Terdistribusi Tepat Waktu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/katering-haji-2023-3.jpg)