Selasa, 21 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kala Baznas NTB Membasuh Luka Warga: Kisah Haru di Balik Rumah Singgah Denpasar

Baznas NTB mengelola Rumah Singgah di Denpasar untuk mendukung warga NTB yang merantau demi pengobatan di RSUP Sanglah.

Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
RUMAH SINGGAH - Ketua Baznas NTB, Lalu Muhammad Iqbal Murad saat mengunjungi pasien yang ada di rumah singgah di Denpasar Bali, Senin (9/2/2026). Layanan rumah singgah dijamin berlanjut dengan perpanjangan sewa tiga tahun, memastikan bantuan kemanusiaan tetap berkesinambungan. 
Ringkasan Berita:
  • Baznas NTB mengelola Rumah Singgah di Denpasar untuk mendukung warga NTB yang merantau demi pengobatan di RSUP Sanglah.
  • Layanan rumah singgah dijamin berlanjut dengan perpanjangan sewa tiga tahun, memastikan bantuan kemanusiaan tetap berkesinambungan.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Di Jalan Pulau Bacan Nomor 26, Sanglah, Denpasar, sebuah bangunan sederhana berdiri tegak. Ia bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pelabuhan terakhir bagi mereka yang tengah diuji oleh sakit.

Rumah Singgah Baznas NTB kini menjadi saksi perjuangan hidup dan mati warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang harus merantau demi menjemput kesembuhan di RSUP Sanglah.

Suasana haru menyelimuti lokasi tersebut saat Ketua Baznas Provinsi NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, hadir langsung menyapa para penghuni, Senin (9/2/2026).

Kehadiran ini merupakan respons cepat atas arahan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, yang menegaskan pelayanan bagi warga yang tertimpa musibah dan menjalani perawatan medis jangka panjang harus dimaksimalkan.

Momen emosional pecah ketika Iqbal Murad mendatangi keluarga pasien satu per satu. Di tengah percakapan, karena tak kuasa menahan empati, ia memeluk erat anggota keluarga pasien yang sedang berjuang.

Salah satu pejuang yang merasakan manfaat nyata keberadaan rumah ini adalah Amelia Sabila, seorang ibu asal Desa Mekar Sari, Lombok Tengah.

Anaknya, saat ini tengah berjuang melawan tumor di area mata sebelah kiri.

Dengan nada suara bergetar karena haru, Amelia menceritakan betapa berat beban yang ia pikul sebelum menemukan rumah singgah ini.

“Rumah singgah ini sangat berarti bagi kami di tengah tingginya biaya sewa kos bulanan di Denpasar, belum termasuk kebutuhan makan dan minum," ucap Amelia penuh syukur di hadapan rombongan Baznas.

Di sana, Amelia berbagi ruang dengan pasien lain, mulai dari penderita kebocoran jantung hingga warga asal Pulau Sumbawa yang tengah menjalani pengobatan lanjutan.

Kepastian akan keberlanjutan "napas" rumah harapan ini pun dikukuhkan melalui penandatanganan perpanjangan sewa untuk tiga tahun ke depan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral agar layanan kemanusiaan tetap berkesinambungan.

“Rumah singgah ini bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi ruang harapan bagi masyarakat NTB yang sedang berjuang untuk kesembuhan. Karena manfaatnya nyata, Baznas NTB memastikan layanan ini terus berlanjut,” tegas Ketua Baznas NTB, Lalu Muhammad Iqbal Murad.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved