Bocah Digigit Anjing
Warga Buru Anjing Liar yang Tewaskan Bocah di Lombok Timur
Warga dan Disnakeswan Lombok Timur masih mencari anjing liar yang menewaskan bocah di Sikur.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Warga dan Disnakeswan Lombok Timur masih mencari anjing liar yang menewaskan bocah di Sikur.
- Korban diduga diserang empat ekor anjing saat bermain di sawah dan meninggal akibat luka parah.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Warga Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan pencarian terhadap kawanan anjing liar yang diduga menyerang hingga menewaskan Riadil Jinan, bocah yang masih duduk di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Paman korban, Nursalim, mengatakan hingga kini warga belum kembali melihat keberadaan anjing setelah menggigit korban.
“Setelah tewasnya anak kami itu, warga di sini tidak pernah melihat anjing itu sampai sekarang, hanya temannya saja yang berkeliaran di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur agar segera dilakukan penanganan, termasuk kekhawatiran adanya risiko rabies.
“Yang kami khawatirkan nanti ada korban lagi juga apakah anjing tersebut rabies,” katanya.
Baca juga: Bocah di Lombok Timur Tewas Diserang Anjing Liar saat Main Layangan
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Hultatang, membenarkan pihaknya tengah melakukan pencarian terhadap anjing tersebut.
“Kita sedang mencari anjing yang menggigit anak yang tewas itu, tapi anjing itu menghilang,” tegasnya.
Dari keterangan saksi, anjing tersebut dalam kondisi melahirkan. Ia menduga anjing tersebut menyerang korban karena merasa terganggu.
“Apa yang dilakukan korban dianggap memprovokasi anjing atau mengganggu benteng pertahanannya, sehingga anjing tersebut menjadi reaktif dan menyerang korban,” ujarnya.
Hingga kini, pihak Disnakeswan belum dapat memastikan apakah anjing tersebut terinfeksi rabies karena belum berhasil ditemukan. Petugas juga berencana melakukan eliminasi selektif untuk pengambilan sampel.
"Biasanya, anjing yang rabies akan terus menyerang mencari korban, tetapi tidak bisa bertahan lama dan akan mati. Makanya kita sedang cari anjing itu untuk dilakukan eliminasi selektif, agar bisa dijadikan sampel guna mengetahui apakah ia mengidap rabies atau tidak," pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolsek Sikur AKP Saiful Hadi menyampaikan bahwa korban sempat diserang empat ekor anjing liar dan mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh.
“Dari hasil visum sementara, korban mengalami luka gigitan parah di bagian leher, punggung, dan perut yang menyebabkan pendarahan hebat,” jelasnya.
Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Sikur, namun meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis akibat kehabisan darah.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/GIGITAN-ANJING-DI-SIKUR-2026.jpg)