NTB

Lirik lagu Sumbawa Poto Tano dan Artinya

TRIBUNLOMBOK.COM/GALAN REZKI WASKITA
Ilustrasi foto lagu poto tano 

Laporan wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Lagu Poto Tano bukanlah lagu yang asing di telinga masyarakat Sumbawa. 

Lagu ini diciptakan oleh musisi Ace Let Luar dan dinyanyikan oleh penyanyi ternama Yuni Sarah. 

Tembang ini biasanya akan selalu diputarkan dalam ajang Taruna-Dadara Samawa (ajang putra-putri daerah). 

Baca juga: Sering Pesta Sabu, Pria Paruh Baya di Sumbawa Akhirnya Ditangkap Polisi

Baca juga: Kapal Wisata Kandas Perairan Sumbawa, 2 Warga Prancis Selamat Setelah Devakuasi

Kali ini, Tribunlombok.com ingin menyajikan lirik lagu tersebut beserta artinya. 

Namun sebelumnya perlu diketahui, bahasa Sumbawa terutama dalam syair lagu kerap menggunakan bahasa lawas (sastra). 

Sehingga setiap lirik dalam bentuk bait maupun kata tunggal memiliki multi interpretasi. 

Poto Tano 

Perempuan:

Poto Tano Lawang Desa (Poto Tano Pintunya Sumbawa) 

Palabu Tana' Samawa' (Pelabuhan Tanah Sumbawa). 

No Sendi ya tu kalupa (Tak sedikitpun akan terlupakan). 

Gili ode' mara intan (Pulau kecil tampak bak intan). 

Kasear nonda baroba (tersebar dan tak berubah). 

Tulang jangi tu balayar (Menatap nasib kita yang berlayar). 

Belo tampar somo umak (pantai yang memanjang menadah ombak). 

Senap angin batarepa (sejuk angin menerpa). 

Sajan ngasi ate notang (semakin merana hati yang merindu). 

Me po tanang no ku totang (bagaimana mungkin aku tak rindu). 

Siya tu ka bilen Desa (engkau pergi tinggalkan Sumbawa). 

Langan lo layar let rea (berjalan mengarungi laut yang luas). 

Sendi sate tusangaro' (ingin rasanya ku meminta). 

Bentan gama we tanenang ( bawalah wahai burung). 

Salam doa ku ko bulan (salam dan doa ku untuk bulan/kekasih). 

Ling Palabu Poto Tano, (Di Pelabuhan Poto Tano) 

Ku nokong ke Ai' mata ( aku datang dengan air mata). 

Ku tari, kanatang siya (ku menunggu kedatanganmu). 

Laki-laki:

Sabar gama we andi e (bersabarlah wahai adinda). 

Na' giyer iman ling ate (jangan goyah iman di hatimu). 

Maris pakarap ku lete ( semoga harapan selalu ku titih). 

Lamin ya nan si bagian (kalau memang itulah/engkaulah separuh ku). 

Mana pamalat let rea (walau berbatas laut yang luas). 

Sadi jangi gayong kita (pastikan nasib mempersatukan kita).

(*)