NTB

KRI Semarang 594 Sandar di Gili Mas, Taruna TNI AL Ikut Upacara hingga Parade Budaya

TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
KAPAL PERANG TNI AL - Selama kurun waktu empat hari sandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, salah satu kapal perang milik Indonesia, KRI Semarang-594, yang membawa 105 taruna/i, telah melaksanakan serangkaian agenda. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT – Selama kurun waktu empat hari sandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, salah satu kapal perang milik Indonesia, KRI Semarang-594, yang membawa 105 taruna/i, telah melaksanakan serangkaian agenda.

Ratusan taruna/i TNI AL ini tidak sekadar sandar dan menepi dari perairan, tetapi juga ikut serta dalam upacara bendera dan parade budaya yang dipusatkan di Kantor Gubernur NTB.

Selain itu, para taruna/i TNI AL ini juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi bersama pejabat daerah setempat, termasuk Forkopimda Lombok Barat hingga Pemerintah Provinsi NTB.

“Untuk kegiatan (kru KRI Semarang 594 di NTB) ada beberapa, khususnya kita mendukung kegiatan Kartika Jala Krida para taruna ini,” ucap Komandan KRI, Letkol Laut (P) Agus Yunianto saat ditemui TribunLombok.com, Rabu (20/8/2025).

Disebutkannya, kehadiran taruna/i di NTB juga meninggalkan beragam kesan baik. Apalagi, tujuan utama KRI Semarang-594 sandar di NTB adalah untuk melatih para taruna/i Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam mengasah keterampilan navigasi, komunikasi, dan kehidupan di kapal perang, serta melaksanakan misi diplomasi ke berbagai negara.

Dengan sambutan hangat yang langsung diberikan oleh orang nomor satu di NTB, Lalu Muhammad Iqbal, saat kapal sandar, menunjukkan bahwa kegiatan Kartika Jala Krida di Bumi Gora ini sangat istimewa.

Apalagi bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-80, para taruna/i bisa langsung ikut serta dengan menampilkan parade display drum band pada saat parade budaya.

“Mereka (taruna/i TNI AL) juga melaksanakan refreshing, untuk mengurai kejenuhan mereka yang selama ini melaksanakan pelayaran, kemarin juga kita sempat mengunjungi Sirkuit Mandalika,” katanya.

Setelahnya, kapal perang yang juga membawa misi perdamaian sebagai duta diplomasi ini akan kembali berlayar menempuh perjalanan ke Brunei Darussalam.