Sabtu, 25 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Penghargaan Martabat Kemanusiaan dari GP Ansor Diterima di Vatikan

Setelah empat bulan, penghargaan Martabat Kemanusiaan kepada mendiang Paus Fransiskus dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor resmi diterima.

Editor: Idham Khalid
Dok. Istimewa
PENGHARAAN - Pengurus GP Ansor pada acara Inaugurasi Ansor Istimewa, Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada pegiat toleransi lintas iman dari Keuskupan Malang, Rm Fadjar Tedjo Soekarno. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Penghargaan Martabat Kemanusiaan yang diberikan Gerakan Pemuda (GP) Ansor kepada mendiang Paus Fransiskus akhirnya sampai ke Vatikan. Piagam penghormatan itu diterima oleh Padre Markus Solo Kewuta, pejabat di Dikasteri (Kementerian) Dialog Antaragama Vatikan, pada Kamis (14/8/2025).

Penyerahan dilakukan oleh AM Putut Prabantoro, Pendiri sekaligus Penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), dengan disaksikan Rm Agustinus Keluli Manuk OCD, pastor asal Indonesia.

Dalam pernyataannya di depan Basilika St. Petrus, Rm. Markus Solo menyampaikan apresiasinya.

“Penghargaan ini adalah bukti dan hasil nyata dari sebuah proses dialog antara agama Katolik dengan umat Islam, khususnya GP Ansor yang sudah berjalan dengan baik. Saling menghargai dan saling mengapresiasi di dalam karya-karya kemanusiaan seperti ini membawa kepuasan tersendiri dan mempertebal keyakinan bahwa dialog lintas agama adalah jalan yang tepat dan perdamaian adalah sesuatu yang rapuh tetapi bukan berarti tidak mungkin,” ujarnya.

Penyerahan ke Vatikan ini berlangsung empat bulan setelah penghargaan tersebut pertama kali diberikan GP Ansor dalam acara apel akbar sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah GP Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta di Universitas Nahdlatul Ulama pada Sabtu (26/4/2025).

Baca juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Ini Tahapan Pemilihan Paus Baru di Vatikan

Dalam acara bertajuk Inaugurasi Ansor Istimewa itu, Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada pegiat toleransi lintas iman dari Keuskupan Malang, Rm Fadjar Tedjo Soekarno.

Penunjukan Rm. Fadjar, yang akrab disapa Gus Fadjar, bukan tanpa alasan. Ia merupakan salah satu anggota rombongan organisasi pemuda lintas iman dari Indonesia yang beraudiensi dengan Paus Fransiskus di Vatikan pada 21 Agustus 2024. Saat itu, rombongan dipimpin langsung oleh Addin Jauharudin.

Piagam penghormatan tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia dan Italia, dengan kalimat ,“ Il rispetto della dignita umana per Papa Francesco“ yang artinya sama dengan ungkapan berbahasa Indonesia di atasnya.

Menurut Rm. Markus, piagam itu akan ditempatkan di Kantor Dikasteri Dialog Antaragama. “Piagam ini menjadi pengingat akan legasi Paus Fransiskus tentang nilai martabat manusia, sekaligus simbol kontribusi GP Ansor dan organisasi pemuda lintas iman asal Indonesia dalam sejarah dialog di Vatikan,” katanya.

Momentum tersebut memperkuat catatan sejarah bahwa organisasi pemuda lintas iman dari Indonesia hadir bersama-sama di Vatikan, sebuah peristiwa yang disebut bersejarah karena terjadi untuk pertama kalinya.

Dalam audiensi 2024, Paus Fransiskus bahkan menjadi saksi penandatanganan Piagam Deklarasi Jakarta–Vatikan oleh GP Ansor, Pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Kristen GAMKI, Pemuda Hindu PERADAH, dan Pemuda Konghucu GEMAKU.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin dalam sambutannya saat penyerahan di Yogyakarta menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan ungkapan kasih.

“Ini adalah bentuk kecil cinta kasih GP Ansor untuk Bapak Paus Fransiskus. Beliau bukan hanya soal kepemimpinan agama, tapi simbol perdamaian dunia. Dan berharap anugerah penghormatan yang kecil ini dibawa ke Vatikan untuk diserahkan,” ucapnya.

Addin menyinggung berbagai inisiatif Paus Fransiskus dalam mendorong gencatan senjata dan penghentian agresi, terutama di wilayah konflik seperti Palestina.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved