NTB
Kadis hingga Kades Jadi Korban Penipuan Mengatasnamakan Bupati Lombok Tengah
Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Sejumlah pihak menjadi korban penipuan mengatasnamakan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.
Nomor WhatsApp (WA) Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri diretas, Rabu (13/8/2025).
Perwakilan keluarga Lalu Pathul, Lalu Martha Wijaya menyampaikan, kerugian korban diduga telah mencapai puluhan juta.
"Termasuk kepala dinas ketahanan pangan (Ketapang) Lombok Tengah. Dia transfer Rp 5 juta," jelas Lalu Wijaya saat dikonfirmasi Tribun Lombok, Rabu (13/8/2025).
Kades Labulia Mahjad juga menjadi korban karena sudah mentransfer dana.
Miq Jaye, sapaan akrabnya, pihaknya juga mendengar bahkan ada korban yang menduga kerugian hingga Rp 10 juta.
Baca juga: Nomor WA Bupati Lombok Tengah Diretas, Waspada Penipuan dengan Modus M-banking Error
"Ada katanya tadi yang transfer Rp 10 juta. Tadi ibu Bupati (Nurul Aini Pathul Bahri) yang cerita ke saya. Banyak sekali yang kena katanya, dia (korban) kirimkan bukti transfernya (ke pelaku)," jelas Miq Jaye.
Miq Jaye menyampaikan, istri Bupati Lombok Tengah, Baiq Nurul Aini juga hampir menjadi korban.
Namun dia langsung menanyakan untuk keperluan apa transfer dilakukan.
Baiq Nurul Aini mempertanyakan karena tidak ada hal yang mendesak.
Setelah dicek ternyata itu merupakan modus penipuan.
"Begitu lihat nomornya pak Bupati langsung dia (korban) transfer (pelaku). Mereka baru sadar ketika ada imbauan resmi," ungkap Miq Jaye.
Baca juga: 6 Ciri HP Terkena Hack Lewat WhatsApp, Ini Cara Mencegah dan Mengatasinya Sebelum Terlambat!
Miq Jaye menerangkan, nomor dengan akhiran 459 sudah lama tidak dipakai Bupati Lombok Tengah selama satu tahun lebih.
Oleh karena itu, pihaknya kaget kenapa bisa muncul secara tiba-tiba nomor tersebut.
"Nomornya itu dipakai orang baru (pelaku penipuan) karena tidak dipakai sama beliau. Bisa jadi nomor itu didaftar lagi," sebut Miq Jaye.
Bagi Miq Jaye, nomor rekening pelaku penipuan sehingga semestinya bisa dilacak.
Pelaku menggunakan rekening Bank BRI dengan nomor 531101016129xxxxx atas nama Engki Andesta.
Miq Jaye mengimbau supaya siapapun yang dihubungi oleh nomor tersebut agar diabaikan.
"Tidak usah dilayani karena itu bukan beliau. Masak seorang bupati tiba-tiba minta tolong demikian tanpa sebab musabab," demikian Miq Jaye.
Kronologi Awal
Nomor WhatsApp (WA) Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri diretas, Rabu (13/8/2025).
Pihak yang mengambilalih nomor WA itu kemudian meminta sejumlah uang kepada masyarakat.
Modusnya adalah meminta uang dengan alasan M-banking milik Bupati Lombok Tengah error sehingga tidak bisa dibuka.
Ia kemudian meminta uang sejumlah Rp 10 juta kepada sejumlah kontak.
Isi pesan dari whatshap yang beredar adalah sebagai berikut:
"Assalamualaikum boleh minta tolong. ini lagi ada keperluan mau transfer 10jt mbengking lgi error gbisa dibuka bisa bantu transfer dulu insyaallah nanti diganti kalau bisa tiang kirim no rekening nya," tulis pesan WA peretas.
Pathul memberikan klarifikasi denganmembantah telah meminta sejumlah uang kepada masyarakat.
Untuk itu terhadap hal semacam ini dia meminta kepada siapapun untuk mengkonfirmasi langsung kepada dirinya.
"Nomor HP saya kena hack, masyarakat jangan percaya terhadap isi pesan singkat yang dikirimkan melalui whatsApp itu, itu penipuan," ungkapnya.
"kalau suatu saat ada dapat pesan ataupun telepon yang meminta sejumlah uang, sebaiknya jangan percaya atau setidak tidaknya konfirmasi kebenarannya kepada saya," sambung bupati.
Imbauan Resmi Pemerintah
Sementara itu, Kabid PIKP Diskominfo Lombok Lombok Tengah Iswandi Khairi Ramen telah mengeluarkan imbauan resmi terkait peretasan nomor WA Bupati Lombok Tengah.
"Dengan ini kami informasikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah bahwa nomor Whatsap Bupat Lombok Tengah (+62878-xxxx-xxxx) telah diretas' oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tulis himbauan tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut Diskominfo Lombok Tengah menyampaikan 3 imbauan:
1. Abaikan segala pesan, permintaan, atau instruksi yang mengatasnamakan Bupati Lombok Tengah dari nomor terebut.
2. Jangan memberikan data pribadi atau melakukan transaksi apapun yang diminta melalui nomor tersebut.
3. Segera laporkan kepada pihak berwenang jika menerima pesan mencurigakan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyaman yang terjadi dan menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk penipuan Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya," demikian bunyi imbauan tertulis itu.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/nomor_wa_bupati_loteng_hack_0.jpg)