NTB

Ekonomi NTB Triwulan II Tumbuh 6,56 Persen Dibanding Triwulan I 2025

Dok. BPS NTB
PERTUMBUHAN EKONOMI - Ekonomi NTB pada Triwulan II 2025 terhadap Triwulan I 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 6,56 persen (q-to-q). 

TRIBUNLOMBOK.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi  Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berita Resmi Statistik (BRS) BPS NTB tertanggal 5 Agustus 2025 menyatakan bahwa Ekonomi NTB pada Triwulan II atau April, Mei, Juni 2025 terhadap Triwulan I atau Januari, Februari, Maret 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 6,56 persen (q-to-q)

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 37,69 persen. 

Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 26,62 persen.

Pertumbuhan terjadi pada 16 (enam belas) lapangan usaha sedangkan 1 (satu) lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi. 

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi NTB Triwulan II 2025 Capai 6,56 Persen

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan

- Industri Pengolahan sebesar 37,69 persen;
- Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 17,83 persen; 
- Transportasi dan Pergudangan tumbuh sebesar 11,19 persen. 
- Lapangan usaha Jasa lainnya tumbuh sebesar 9,17 persen; 
- Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 7,80 persen; 
- Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh sebesar 6,40 persen; 
- Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh sebesar 5,98 persen; 
- Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh sebesar 3,48 persen; 
- Real Estate tumbuh sebesar 2,25 persen; 
- Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 1,63 persen;
- Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh sebesar 1,44 persen; 
- Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 1,34 persen; 
- Jasa Pendidikan tumbuh sebesar 1,28 persen; 
- Konstruksi tumbuh sebesar 1,16 persen; 
- Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang tumbuh sebesar 0,88 persen; 
- Jasa Perusahaan tumbuh sebesar 0,42 persen. 

Lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah Jasa Kesehatan yang turun sedalam 0,23 persen. 

Sektor Penopang Ekonomi

Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat masih didominasi Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 23,31 persen.

Diikuti oleh Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,72 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,75 persen; dan Konstruksi sebesar 8,77 persen. 

(*)