NTB
Santri Ponpes di Sumbawa Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Korban Bullying
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOM.COM, SUMBAWA - Santri inisial DS (14) di Pondok Pesantren (Ponpes) Yamaula, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa dilarikan ke Puskesmas.
DS diduga menjadi korban bullying yang dilakukan kakak kelasnya.
Ia terpaksa dilarikan ke Puskesmas Labangka untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sakit pada bagian tubuh dan telinga.
"Peristiwa ini diduga terjadi pada Minggu, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 04.30 WITA, di Asrama Putra Ponpes Yamaula," kata Kapolsek Labangka Ipda Imam Wahyudi Selasa (5/8/2025).
Imam menceritakan, saat itu korban yang sedang sakit dan sudah meminta izin kepada ustaz pendamping untuk tidak mengikuti salat Subuh.
Setelah itu korban diduga dipaksa bangun oleh dua santri kakak kelasnya, F (15) dan R (15).
Baca juga: VIRAL 2 Warga Lombok Tengah Dikeroyok Pakai Sajam di Mandalika, Polisi Janji Usut Tuntas
"Ada kesalahpahaman, kedua terduga pelaku membangunkan korban dengan cara memukul menggunakan gagang sapu, menendang, serta menuangkan air ke telinga korban," tutur Imam.
Saat ini korban merasa trauma akan hal yang telah dialami tersebut dan langsung melaporkan hal ini kepada ustaz pendamping, yang kemudian memberikan hukuman fisik kepada para terduga pelaku.
Namun, trauma yang dialami korban membuatnya merasa gelisah, hingga akhirnya ia bersama temannya, inisial Z melarikan diri dari Ponpes.
"Keduanya ditemukan oleh paman Z, dan DS pun diantar pulang ke rumah neneknya di Dusun Jaya Makmur," terangnya
Sesampai di rumah, korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada kerabat, termasuk pamannya.
Pihak keluarga yang tidak terima kemudian menghubungi pengurus yayasan Ponpes dan membawa DS ke Puskesmas Labangka untuk diperiksa.
"Berdasarkan diagnosis, korban disarankan untuk dirawat inap karena mengalami sakit dan lemas," jelas Imam.
Pimpinan Ponpes Yamaula, Tgh. Khudri Ahmad, LC, bersama pengurus yayasan dan personel Polsek Labangka telah menjenguk korban di puskesmas.
Mereka menyatakan keprihatinan dan berjanji akan menindaklanjuti masalah ini secara tegas.
Sementara itu, pihak keluarga korban hingga saat ini belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.
"Kami dari Polsek Labangka masih berupaya meredam situasi dan mengklarifikasi berita yang beredar di media sosial (medsos) agar tidak menimbulkan isu-isu sentimen yang berpotensi melanggar hukum," tutupnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/santri_ponpes_sumbawa_bullying_252556jpg.jpg)