NTB

Penutupan Pendakian Rinjani, Forum Wisata Lingkar Rinjani Nilai Keputusan Arogan

TRIBUNLOMBOK.COM/TONI HERMAWAN
PENDAKI RINJANI - Tampak depan pintu pendakian Gunung Rinjani di Sembalun. Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR)  menyayangkan kebijakan penutupan total pendakian Gunung Rinjani 1-10 Agustus 2025. 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR) menyayangkan kebijakan penutupan total pendakian Gunung Rinjani 1-10 Agustus 2025 oleh pengelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).

Kebijakan ini dinilai secara sepihak yang berakibat langsung mematikan perekonomian warga yang menggantungkan hidupnya pada Rinjani.

“Harapan kami tidak boleh pemerintah arogan, pemerintah harus tau dan paham banyak orang menggantungkan hidup di lingkar Rinjani,” keluh anggota FWLR, Royak saat dihubungi, Kamis (24/7/2025).

Dia menyebut kerugian ini dirasakan semua pihak, mulai dari pihak transportasi, tukang ojek, hotel, penginapan, guide dan porter. 

“Ketika teman-teman ini merugi siapa yang tanggungjawab mau gak pemerintah memberikan kompensasi, udah tau Indonesia susah cari kerja ekonomi lagi sulit,” tegasnya.

Royal menggambarkan, kondsi para porter yang mendapatkan bayaran ratusan ribu  per tiga harinya saat pendakian. Namun, karena penutupan Rinjani tentu berimbas pada pendapatan.   

"Kado ulang tahun Republik Indonesia ini sangat bagus sekali kita diberikan,” sindirnya 

Royal  mengusulkan supaya jalur-jalur utama yang relatif aman dapat dibuka, sebagai alternatif untuk para pendaki yang telah memesan tiket.

“Walaupun ditutup sepuluh hari tapi dampaknya sangat besar,” keluhnya.

Pihaknya  mendukung dan sepakat terkait penutupan jalur dengan alasan perbaikan dan keselamatan,  namun menyayangkan  serta  kecewa dengan keputusan menutup jalur pendakian secara penuh.

“Pak menteri pakai helikopter saja  datang saja dari Jakarta turun di Pelawangan dan lihat posisi jalurnya aman apa tidak jangan lihat komentar netizen dan dari media lalu memutuskan,” pungkasnya. 

Baca juga: Asosiasi Trekking Organizer Dukung Penutupan Rinjani dan Minta Perbaikan Jalur Selesai Tepat Waktu

Sebelumnya, TNGR secara resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani mulai tanggal 1 hingga 10 Agustus 2025.

Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BTNGR dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan para pendaki.

Selama masa penutupan, pihak BTNGR akan melakukan perbaikan layanan dan penambahan infrastruktur, seperti pembangunan shelter dan pengadaan peralatan evakuasi (rescue) yang akan disediakan di setiap titik shelter.

“Penutupan di semua jalur pendakian ini bagian dari respon cepat kita atas banyaknya kejadian, baik yang meninggal dunia juga luka-luka yang dialami pendaki di gunung Rinjani, kami sudah adakan rakor dengan Kemenpolhukam guna memperbaiki layanan dan menambah fasilitas di Gunung Rinjani,” ucap Kepala BTNGR Yarman kepada TribunLombok.com, Kamis (24/7/2025).

Dikatakan Yarman, ke depan akan ada beberapa perbaikan dan penguatan sistem di internal BTNGR

Dalam waktu dekat BTNGR juga akan melakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama berbagai pihak, termasuk masyarakat, stakeholder, dan mitra BTNGR untuk membahas strategi peningkatan mutu pelayanan dan menjadikan Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Selain itu, BTNGR juga tengah melakukan kajian terhadap standar operasional prosedur (SOP) pendakian, khususnya dalam aspek evakuasi dan penanganan darurat.

“Terkait sarana dan prasarana, kami dengan arahan langsung Kementrian fokus pertama mengenai rescue yng coba akan diterapkannya. Sehingga pada saat kejadian (kecelakaan pendakian) ini bisa kita manfaatkan secara maksimal peralatan yang nantinya akan ditampung di shelter yang akan dibuat,” ungkapnya.

(*)