NTB

Pesona Air Terjun Ai Nyember, Destinasi Tersembunyi di Pulau Sumbawa

Dok. Istimewa
WISATA AIR TERJUN - Pemandangan air terjun Ai Nyeber yang berada di Desa Selang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tempat favorit para wisatawan pada Sabtu (19/4/2025). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Air terjun Ai Nyember yang ada di Desa Selang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sala satu destinasi wisata favorit di kabupaten itu.

Meskipun perjalanan cukup menantang menuju lokasi, rasa lelah akan terbayar dengan keindahan alam dan pesona air terjun yang unik.

Air terjun ini menjulang tinggi, airnya jatuh menghantam bebatuan cadas sekaligus membelah keheningan hutan yang eksotis. Suara gemericik air menambah kesan alami dan memukau.

Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mandi dan berenang karena airnya jernih, sejuk, serta dikelilingi pepohonan besar yang rindang.

Air terjun ini sangat cocok untuk dijadikan tempat liburan bersama keluarga, teman dan pasangan. Apalagi wisatawan bisa membawa si buah hati untuk dikenalkan banyak fauna dan flora.

Namun tempat yang bagus ini para pengunjung tidak langsung bisa mengunggah momen, karena destinasi ini masih blank spot atau tidak ada jaringan internet.

"Masuk ke sini langsung blank, tidak ada sinyal internet, sayang sekali tidak bisa langsung posting foto dan video atau siaran langsung," kata Diana salah satu pengunjung yang lagi menikmati pesona air terjun Ai Nyember pada Sabtu (19/4/2025).

Dengan lokasi yang dekat dan masih berada di dekat desa, destinasi ini seharusnya mempunyai akses internet yang memadai.

Baca juga: Ratusan Bikers Moge Touring ke Lombok, Jajal Rute Destinasi Wisata Mandalika hingga Sekotong

Bukan hanya internet, tetapi potensi wisata seperti ini, harus didukung oleh infrastruktur yang memadai agar lebih memudahkan pengunjung yang datang untuk berwisata.

M. Syarif Hasan juga menambahkan, destinasi Ai Nyember sangat potensial untuk dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat dan pemerintah agar menjadi pendapatan.

"Jaraknya cukup dekat dengan pusat kota Sumbawa. Hanya 30 menit dari desa, setelah itu menuju lokasi 15 menit berjalan kaki sebrang sungai," tuturnya.

Ia menyebutkan, yang menjadi kendala, infrastruktur jalan yang ada saat ini masih menjadi kendala untuk menuju destinasi tersebut.

Syarif mengharapkan akses jalan diperbaiki agar destinasi ini bisa lebih dilirik wisatawan lokal hingga wisatawan asing.

(*)