NTB

Daftar Tiga Nama Kandidat Sekda KSB

Dok.Istimewa
SELEKSI SEKDA - Kepala BKPSDM KSB saat ditemui di ruangannya pada Kamis (13/3/2025), BKPSDM sudah menerima persetujuan untuk membuka seleksi Sekda KSB. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini tengah menjadi sorotan publik.

Tiga nama kandidat yang sering disebut-sebut tengah mempersiapkan diri untuk mengisi posisi strategis ini. Mereka adalah Khusnarti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB, Hairul Jibril, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB, serta Najamuddin Amy, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB.

Ketiganya menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat, namun sejauh ini, belum ada kepastian mengenai siapa yang akan menduduki kursi Sekda KSB.

Khusnarti dan Hairul Jibril tampaknya masih memilih untuk tidak memberikan komentar pasti mengenai kesiapan mereka untuk mencalonkan diri sebagai Sekda KSB. Keduanya enggan menjawab pertanyaan mengenai apakah mereka akan melanjutkan langkah mereka dalam seleksi terbuka (Selter) ini.

Namun, berbeda dengan Khusnarti dan Hairul, Najamuddin Amy lebih terbuka dan tegas dalam menyatakan kesiapan dirinya. Dalam konfirmasi yang dilakukan pada Senin, 24 Maret 2025, Najam mengungkapkan bahwa dirinya siap mengikuti seluruh tahapan seleksi.

"Insya Allah, siap ikut. Saat ini saya tengah mempersiapkan berkas persyaratan untuk mengikuti seleksi tersebut," ungkap Najam dengan penuh keyakinan.

Najam juga menambahkan bahwa seleksi Sekda adalah kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memenuhi persyaratan kepangkatan. Ia menjelaskan, selain memenuhi kualifikasi kepangkatan, motivasi pribadinya untuk mengikuti seleksi ini adalah sebagai bentuk pengabdian kepada tanah kelahirannya.

"Jadi yang sudah memenuhi syarat, mari kita mendaftar, soal hasilnya, kita serahkan ke Pansel," tutupnya.

Batas Waktu Pendaftaran Hingga 31 Maret 2025

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB, Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumumkan secara resmi bahwa pendaftaran untuk Seleksi Terbuka Sekda KSB akan ditutup pada 31 Maret 2025 mendatang.

"Waktunya masih panjang sampai 31 Maret. Ini juga karena mungkin mereka pada sedang menyiapkan berkasnya. Dan banyak yang harus disiapkan," kata Mulyadi saat ditemui pada Selasa, (25/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pejabat yang berniat mendaftarkan diri sebagai calon Sekda.

Baca juga: Momen Haru Warga Binaan Lapas Lombok Barat Buka Puasa Bersama Keluarga di Balik Penjara

Beberapa di antaranya adalah berusia paling tinggi 58 tahun pada saat ditetapkan atau dilantik, memiliki pengalaman kumulatif minimal lima tahun dalam bidang terkait, serta pernah menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II b) selama minimal dua tahun.

Selain itu, calon juga harus berpangkat serendah-rendahnya Pembina Tingkat I Golongan IV/b, dan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam dua tahun terakhir.

Persyaratan lainnya termasuk telah mengikuti dan lulus pendidikan serta pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II, menyerahkan LHKPN pada jabatan terakhir tahun anggaran 2024, dan melaporkan SPT pajak tahun 2024.

"Diutamakan juga telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II, serta telah menyerahkan LHKPN pada jabatan terakhir tahun anggaran 2024 dan telah melaporkan SPT pajak tahun 2024," jelas Mulyadi

Setelah pendaftaran ditutup, para peserta seleksi akan menjalani serangkaian tahapan, mulai dari asesmen, penulisan makalah, hingga wawancara akhir. Mulyadi mengungkapkan bahwa seluruh proses ini diharapkan dapat menghasilkan penetapan dan pelantikan Sekda yang baru pada bulan Mei 2025.

Pendaftaran untuk Seleksi Terbuka Sekda KSB telah resmi dibuka sejak 17 Maret 2025. Meski demikian, hingga kini belum ada pejabat yang mendaftar, termasuk para pejabat yang sebelumnya digadang-gadang memiliki potensi besar untuk menduduki jabatan tersebut.

(*)