NTB

Imbas Insiden Asusila di Kabupaten Bima, 103 Warga Sumba Diungsikan

Dok.Istimewa
Warga Sumba yang terlibat konflik sosial di Bima saat diungsikan ke kantor dinas sosial setempat. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Andi Hujaidin

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Kasus dugaan asusila di Desa Tente, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga dilakukan oleh oknum warga pendatang asal Sumba, Nusa Tenggara Timut (NTT) memicu konflik sosial, Rabu (15/1/2025).

Atas kejadian tersebut sebanyak 103 warga Sumba, NTT telah diungsikan dibawa ke tempat yang aman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bima.

Data yang dirilis Polsek Woha, warga Sumba NTT yang berada di penampungan Dinas Sosial, pasca konflik di Pasar Tente sebanyak 103 orang.

Adapun rinciannya, sebanyak 71 dewasa terdiri dari 44 laki-laki  dan 27 perempuan. Sedangkan anak-anak berjumlah 33 orang, di antaranya 17 laki-laki dan 16 perempuan. 

Selai itu terdapat 20 orang masih berusia balita, 5 orang bayi dan 4 ibu hamil.

Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan, Kabupaten Bima, Yan Suryadin mengatakan saat ini warga Sumba tengah mendapatkan penanganan secara terpadu.

"Kami memberikan pelayanan terpadu untuk memastikan keselamatan, memberikan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya dan memastikan kehidupan warga dapat kembali berangsur normal sebagaimana biasanya," ujar Yan, Kamis (16/1/2025).

Sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pemulihan, warga yang terdampak konflik sosial ini juga telah diungsikan sementara dan dibangun tenda halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten Bima.  Dinas Sosial juga melakukan koordinasi pembuatan dapur umum lapangan.

Dukungan lainnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan kesehatan yang optimal bagi warga yang terdampak melalui pelayanan kesehatan kepada warga terdampak konflik sosial  yang terjadi di Desa Tente Kec. Woha  sejak Rabu sore 15 Januari 2025.

Selain itu, upaya untuk mendukung pemulihan kondisi psikososial masyarakat yang terdampak juga terus dilakukan.

Tim Tanggap Darurat Bencana BPBD menyiapkan  air bersih, logistik tanggap bencana  dan trauma healing.

"Dukungan pengamanan sudah diberikan dan akan tetap diberikan untuk menjamin keamanan warga yang dievakuasi," tandasnya.

(*)