NTB

Benda Puasaka Milik Desa Batu Kumbung Dipamerkan di Museum NTB

TRIBUNLOMBOK.COM
H Mundri menunjukkan salah satu koleksi Museum Desa Batu Kumbung, Lombok Barat berupa kalender kuno.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Sejumlah benda pusaka milik Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat di pamerkan di Museum Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (7/1/2025).

Benda-benda tersebut merupakan bukti penyebaran Islam di desa itu.

Salah satunya naskah khutbah milik Syeikh Abdullah Al-Hamdi merupakan ulama asal Timur Tengah yang menyebarkan ajaran Islam di Desa Batu Kumbung. Naskah tersebut terbuat dari kulit unta dan tintanya bukan tinta biasa.

“Beliau (Syeikh Abdullah) datang dari Timur Tengah untuk siar atau menyebarkan agama Islam, dia tiba di Jawa tapi dicari dia sudah di Lombok tau-taunya ada di Dusun Batu Kumbung, Desa Batu Kumbung beliu bertemu leluhur kita dan menyiarkan agama,” kata seorang tokoh agama H Mundri.

Naskah tersebut kini disimpan di Museum Desa Batu Kumbung bersama benda pusaka lainnya, seperti al-Quran yang ditulis tangan yang masih dibaca sampai saat ini setiap perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Pemilik al-Quran ini bernama Baloq Ali kemudian diwariskan kepada anak cucunya hingga saat ini, tidak hanya itu koleksi lain yang dimili Museum Desa Batu Kumbung adalah Warige atau kalendar kuno.

Kalendar ini terbuat dari papan kayu yang berbentuk persegi panjang, di papan tersebut terdapat kolom-kolom hari mulai Senin hingga Minggu.

Tidak hanya itu masyarakat disana juga memanfaatkan kalender tersebut, untuk mencari hari baik dalam melakukan perjalanan.

“Ini ada manis, paing, pon, wage dan kliwon, untuk menentukan masa panen, menjalankan kegiatan malam cari disini (kalendar) cari hari baik,” kata Mundri.

Kalender tersebut masih digunakan oleh masyarakat setempat hingga saat ini.

(*)