NTB

Disparpora KSB Dorong Pemerintah Desa Memajukan Potensi Wisata

DOK BADAN PROMOSI PARIWSATA NTB
Potret keindahan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. 

Laporn Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mendorong seluruh desa mengeksplorasi potensi wisata yang ada di wilayahnya sendiri, agar semua pihak mengambil bagian untuk memajukan wisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)

Dengan anggaran yang cukup pemerintah desa (Pemdes) yang dianggap dapat menjadi terdepan untuk menciptakan destinasi-destinasi wisata baru yang ada di KSB.

"Kami meyakini bahwa setiap desa punya potensi. Karena itu kami mengajak desa-desa untuk bergerak bersama mengeksplor potensi yang ada di desanya sendiri," kata Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman saat dihubungi pada Rabu (1/1/2025).

Menurut Nurdin, destinasi wisata yang cukup beragam jenisnya yang dimiliki KSB selain pantai. Jika selama ini masyarakat hanya mengenal wisata bahari karena umumnya di NTB dan khususnya KSB memiliki sejumlah pantai yang sudah dilirik wisatawan untuk kegiatan berselancar. 

"Jenis potensi wisata di KSB ada yang berupa wisata budaya, wisata ziarah, wisata cagar alam hingga wisata perkebunan," ujarnya.

"Yang saya sebut-sebut itu kita punya potensinya. Cuma memang ada yang sudah disentuh tapi belum maksimal dan ada yang belum sama sekali," lanjutnya 

Nurdin mencontohkan wisata budaya, selama ini pemerintah telah mencanangkan desa Mantar di kecamatan Poto Tano. Sementara tujuan wisata ziarah dan cagar alam berada di desa Seran kecamatan Seteluk dengan keberadaan kompleks makam Datu Seran tersebut.

"Kalau wisata perkebunan kita punya desa Rarak Ronges di Brang Rea dengan kebun kopi warganya dan ini sebenarnya sudah terkenal juga. Hanya perlu dikelola lebih maksimal lagi agar lebih dikenal lagi oleh wisatawan," kata Nurdin.

Baca juga: Wisata Air Terjun Sendang Gile : Harga Tiket Masuk, Daya Tarik dan Rute Perjalanan

Nurdin mengungkapkan potensi-potensi wisata tersebut, desa harus dapat menjadi pionir untuk pengembangannya. Beberapa pihak sejauh ini sudah melirik potensi wisata tersebut untuk dikembangkan, tetapi agar lebih efektif perlu keterlibatan desa secara pro aktif.

"Makanya kami mendorong desa untuk pro aktif menggali potensi wisatanya dan kalau sudah ada mulai dikelola dengan baik," jelasnya 

Nurdin melanjutkan, eksistensi desa mengelola potensi wisatanya diperlukan karena desa bisa menjadikannya sumber pendapatan. Di sejumlag daerah, sudah banyak desa yang telah berhasil memanfaatkan potensi wisatanya sebagai sumber pendapatan keuangan desa.

“Kita ingin desa mengelola wisatanya sendiri dengan melibatkan warganya," lanjut Nurdin.

"Kami sedang mengusulkan ke DPRD lewat komisi teknis agar mendukung kami membuat program desa wisata sebagaimana yang dilakukan provinsi selama ini," tutupnya.

(*)