NTB
Okupansi Hotel Mandalika Capai 90 Persen pada Nataru
Penulis: Sinto | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Okupansi keterisian kamar hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudah mencapai 90 persen pada saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Ketua Mandalika Hotel Association (MHA), Samsul Bahri mengatakan, pihaknya sebenarnya menargetkan 100 persen okupansi hotel, namun pihaknyarealistis memprediksi rata-rata berada di angka 95 persen.
General Manager JM Hotel ini menyebutkan, pariwisata Mandalika adalah salah satu sektor yang mampu mengangkat sektor-sektor lain sehingga ketika pariwisata berjalan dengan baik akan menjadi keuntungan bagi semuanya.
Pihaknya mengajak semua untuk menjaga keamanan dan kenyamanan sehingga tercipta liburan yang menyenangkan bagi wisatawan yang hadir berlibur.
"Sehingga menjadi branding kedepannya. Sehingga Natal dan tahun baru kedepan itu lebih banyak berkunjung ke daerah kita sehingga keamanan dan kenyamanan itu adalah kunci utama dunia pariwisata," tegas Samsul Bahri.
Bagi Samsul, hal tersebut tentunya sangat sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata RI No. SE/01/PP/03.00/MP/2024 tentang Penyelenggaraan kegiatan wisata yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan pada Perayaan Nataru.
Menurut Samsul Bahri, pada tahun ini malam tahun baru akan terpusat berada di Mandalika karena tamu-tamu permintaannya cukup tinggi pada malam tahun baru.
Terleboh karena keberadaan konser musik dangdut dan berbagai perfomance lainnya. Mulai dari Wika Salim, DJ Karen, Flow Band, Waze Band, hingga Cilokaq Akselerasi di Pantai Kuta Mandalika.
"Ini cukup menarik bagi wisatawan domestik. Dan ini cukup tinggi. Kalau porsinya sepertinya sih 60 persen domestik dan 40 persen mancanegara. Syukurnya berkat ada kebijakan penurunan harga tiket pesawat, itu sangat berpengaruh sehingga Lombok menjadi tujuan Natal dan Tahun Baru," jelas Samsul.
"Terkait ketersediaan kamar ya kami juga keterbatasan kamar kadang dan dimalam tahun baru khususnya tanggal 31 Desember ada kenaikan harga kamar hotel tergantung jenisnya. Bukan naik sih, ada temen-temen yang include dengan gala dinnernya sehingga memang terlihat ada kenaikan disana," sambung Samsul.
Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Dr Ali Muhtasom, mengatakan, kolaborasi hexahelix dalam implementasi Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata tentang pelaksanaan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan telah mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berwisata ke Lombok.
Baca juga: Pengguna Jasa Penyebrangan di Kayangan Menurun di Momen Nataru 2024
Kolaborasi hexahelix ini melibatkan enam pemangku kepentingan yaitu pemerintah, industri, masyarakat, akademisi, media, dan komunitas.
"Hal ini terlihat dari data sementara Peningkatan jumlah wisatawan sebesar 30 persen pada libur Nataru, Meningkatnya kepuasan wisatawan sebesar 90 persen dan kenaikan tingkat hunian kamar di beberapa hotel hingga 90 persen," jelas Ali Muhtasom.
Ditegaskan Ali, kolaborasi Hexahelix di NTB telah membuktikan bahwa kerja sama dan sinergi dapat meningkatkan kualitas wisata.
Termasuk pula kepercayaan wisatawan memberikan dampak positif. Kondisi ini harus bisa terjaga dan menjadi pola dalam peningkatan kualitas wisata di NTB.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/bangunan-hotel-pullman-mandalika.jpg)