NTB

Banjir Kembali Rendam Bima, Dua Rumah Hanyut hingga Pagar Sekolah Roboh

DOK. Youtube TribunLombok.com
Ilustrasi banjir bandang di Kota Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Hujan dengan intensitas sedang-lebat melanda Kabupaten Bima, Jumat (20/12/2024) mulai pukul  13.40-21.00 Wita. Akibatnya banjir di beberapa wilayah yang mengakibatkan ratusan rumah terendam.

Dampak yang paling parah mengakinatkan dua unit rumah terbawa arus dan pagar tembok sekolah roboh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda menjelaskan, di Desa Nggembe Kecamatan Bolo  pukul 17.10 sampai 22.00 Wita, air meluap dan merendam wilayah lahan pertanian dan pemukiman warga di Dusun Jala.

Banjir tersebut setinggi lutut orang dewasa 70 - 80 sentimer," terang Huda, Sabtu (21/12/2024).

Banjir ini mengakibatkan ratusan Kepala Keluarga (KK) di Sera itu terendam banjir.

Adapun rinciannya, 94 Kepala Keluarga (KK)  dengan 80 unit rumah terdampak di Dusun Jala, 110 KK (97 unit rumah) terdampak di Dusun Wa,i Tawoa, total 204 KK ( 177 unit rumah) terendam, seta puluhan hektar lahan sawah dan lahan tambak terdampak.

"Saat ini air sudah surut dan warga melakukan pembersihan material lumpur, tidak ada pengungsian akibat banjir  tersebut," sambungnya.

Selaim itu  Infrastruktur umum yang terdampak  akibet banjir yakni bangunan SDN Jala dan perumahan SDN Jala terendam air setinggi 70 - 80 sentimer yang  menyebabkan enam ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang perpustakaan serta 1 musholah terendam.

"Dampaknya pada lahan pertanian masih kami lakukan  pendataan," katanya.

Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem di Bima, Rumah Warga Terendam Banjir hingg Pohon Tumbang Timpa Kendaraan

Di tempat yang lain, banjir juga menerjang  Desa Kananga Kecamatan Bolo dan  merendam wilayah lahan pertanian dan pemukiman warga. Banjir tersebut setinggi dada  orang dewasa yang mengakibatkan 15 unit rumah terdampak di RT 13..

"Dua unit rumah terbawa banjir dengan total 15 unit rumah yang terdampak dan mengungsi ke rumah keluarga," katanya.

Saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut. 

Selanjutnya di Desa Tumpu Kecamatan Bolo air sungai meluap dan  merendam wilayah lahan pertanian dan pemukiman warga, banjir tersebut setinggi lutut orang dewasa yang mengakibatkan 20 unit rumah terdampak.

"Sepanjangan 30 meter pagar SDN Sila Roboh, saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut," terangnya.

Lahan pertanian masih dalam proses pendataan dan tidak infrastruktur umum yang rusak.

Selanjutnya di  Desa Rada Kecamatan Bolo terjadi luapan air akibat derasnya air mengalir dari arah gunung Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Akibatnya  tanggul drainase sekitaran wilayah Dusun Rada Desa Rada tidak mampu menahan debit air yang mengalir, sehingga menyebabkan terjadi luapan air dan merendam wilayah pemukiman warga dan jalan raya.

"Luapan air tersebut setinggi lutut orang dewasa 60 - 70 sentimeter," katanya.

Adapun rincian rumah yang terdampak yakni 80 KK terdampak di RT  01 Dusun Nggeru, 73 KK terdampak di RT  02 Dusun Temba Na,e, tujuh  KK terdampak di RT 03, 12 KK terdampak di RT 04, 25 KK terdampak di RT 05, dan 75 KK terdampak di RT.06 Dusun Rada, 35 KK terdampak di RT  07, 15 KK terdampak di RT.15, dan tujuh  KK terdampak di RT 9 Dusun Bontoranu.

"Total 320 unit rumah terendam dan saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta tidak ada," rincinya.

(*)