NTB
Perpamsi NTB Gelar Bimtek Penyusunan Tarif dan Pengendalian NRW
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombol.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pengurus Daerah Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD Perpamsi) Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) membahas penyusunan tarif dan pengendalian non revenue water (NRW) atau kehilangan air.
Ketua PD Perpamsi NTB Aini Kurniati mengatakan, kegiatan tersebut sebagai komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat NTB.
"Air minum adalah kebutuhan dasar yang harus diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat NTB, oleh karena itu melalui Bimtek ini kami berupaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam tentang penyusunan tarif dan pengendalian NRW atau kehilangan air," kata Aini, Rabu (6/11/2024).
Plt Dirut PT Air Minum (PTAM) Giri Menang itu mengatakan, penyusunan tarif air minum menjadi aspek yang krusial dalam sistem pengelolaan penyediaan air minum (SPAM) yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Dia berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum bisa merumuskan struktur tarif yang efektif mempertimbangkan berbagai faktor seperti, biaya operasional, investasi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat.
"Sekali lagi dengan mengedepankan yang berkelanjutan dan berkeadilan," jelas Aini.
Selain itu juga persoalan yang kerap kali dihadapi BUMD air minum berkaitan dengan NRW atau kehilangan air, hal ini disebabkan karena beberapa hal kebocoran, pencurian dan ketidaktepatan pencatatan.
Baca juga: Rayakan HUT ke-44, PDAM Giri Menang Beri Dua Kado Spesial untuk Pelanggan
Kehilangan air ini mengacu pada volume air yang diproduksi namun tidak menghasilkan pendapatan bagi perusahaan air. Sehingga para peserta yang mewakili seluruh BUMD air minum di NTB diberikan pemahaman mengenai hal tersebut agar setiap air yang mengalir bisa memberikan keuntungan.
Tingginya tingkat NRW atau kehilangan air ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi mempengaruhi keberlanjutan sumber daya air dan kepuasan pelanggan.
47 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut juga bukan hanya diberikan pemahaman secara teori saja namun juga praktik di lapangan, mereka diajak turun ke beberapa titik wilayah pelayanan PTAM Giri Menang untuk pengendalian NRW.
Peserta Bimtek diberikan pemahaman oleh para pemateri yang merupakan ahli dibidangnya di antaranya Agus Sunara Pengurus Pusat Perpamsi sekaligus Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Air Minum Indonesia.
Dewa Ketut Suarta ahli keuangan yang sudah berkecimpung puluhan tahun dalam perumusan tarif BUMD air minum dan Dadi Rahman pegiat dan peneliti NRW.
Aini mengatakan pasca Bimtek tersebut para peserta yang mewakili masing-masing BUMD air minum di NTB, bisa menyusun rencana tarif air minum yang bisa mendukung perbaikan infrastruktur dan meningkatkan akses air bersih yang luas.
Tidak hanya itu para peserta juga diharapkan bisa menerapkan teknik-teknis identifikasi, pengukuran dan pengurangan NRW dengan berkurangnya kehilangan air ini perusahaan bisa meningkatkan pendapatan, efisiensi dan kualitas layanan kepada masyarakat.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Peserta-Bimtek-Perpamsi-NTB.jpg)