NTB
80 Persen Lulusan Diterima Kerja, SMK Anak Bangsa kembali Buka Pendaftaran Siswa Baru
Penulis: Sinto | Editor: Endra Kurniawan
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - SMK Anak Bangsa Foundation kembali membuka pendaftaran peserta didik baru gelombang kedua mulai tanggal 13-29 Juni 2024.
Direktur Yayasan Anak bangsa Foundation, Marsekan Fatawie menjelaskan, pihaknya sudah menerima pendaftar hampir 150 siswa pada gelombang pertama.
Panitia juga sudah menyelesaikan penyelenggaraan tes tulis, tes wawancara, dan tes fisik.
"Adanya tes fisik ini juga penting karena kita tidak mau ada hal-hal yang negatif di badan. Misalnya tato dan seterusnya. Kalaupun kita temukan itu, tentu kita berikan solusi supaya itu bisa diselesaikan dan lain sebagainya," jelas Marsekan saat dikonfirmasi Tribun Lombok di Praya, Lombok Tengah, Jumat (21/6/2024).
Baca juga: Profil Yayasan Anak Bangsa Lombok Tengah: Punya SMK Pariwisata, Fokus Kesejahteraan Anak
Dikatakan Marsekan, pada penerimaan gelombang pertama, SMK Anak Bangsa Foundation telah diumumkan siswa yang diterima sekitar 93 orang siswa.
Oleh karena itu, pihaknya memberikan kesempatan lagi pada gelombang kedua bagi Putra-putri terbaik Lombok Tengah untuk menjadi bagian dari SMK Anak Bangsa Foundation.
Mereka yang tidak lolos pada gelombang pertama juga diperbolehkan kembali mengikuti seleksi pada gelombang kedua.
Pada gelombang kedua ini, mereka tetap akan mengikuti prosesi seleksi seperti halnya penerimaan siswa baru pada gelombang pertama.
"Sehingga pada waktunya ketika kalender pendidikan yang diberikan pemerintah, kita akan memulai MPLS dan kemudian aktif belajar sesuai dengan yang diarahkan pemerintah," terang Marsekan.
Lebih lanjut Marsekan mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur karena sejak awal berdiri hingga penerimaan siswa baru pada tahun 2023, pendaftar di SMK Anak Bangsa Foundation tidak pernah kurang dari 100 calon siswa.
Menurutnya, rata-rata pendaftarnya setiap gelombang per tahunnya diangka 150-200 orang. Artinya, pihaknya minimal hanya bisa menerima untuk kuota empat kelas atau rombongan belajar (rombel).
"Itu per rombel biasanya 32 siswa. Kuota kami sediakan maksimal untuk jurusan perhotelan dua kelas, tata boga maksimal dua kelas kemudian ULP itu satu kelas. Barangkali kalau melebihi dari itu, ya harus mencari solusi lain atau sekolah lain." terang Marsekan.
Baca juga: Yamaya STSJ Menyelenggarakan SMK Skill Contest untuk Melahirkan Calon Teknisi Andal
"Tapi tentu dengan kuota yang kami sediakan, jangan pesimis bagi adik-adik dan anak-anak kita yang sudah ikut di gelombang pertama kemarin, supaya tetap optimis ikut di gelombang pertama ini. Kita kasih kesempatanlah," sambungnya.
Marsekan menjelaskan, terdapat beberapa keunggulan yang disediakan oleh SMK Anak Bangsa Foundation dibandingkan dengan sekolah lainnya, diantaranya:
1. Tidak Capek Cari Turis di Pantai
SMK Anak Bangsa sudah menyediakan bule-bule atau turis sehingga para siswa tidak harus capek-capek pergi ke pantai. Bule untuk belajar praktek bahasa Inggris akan datang langsung ke kelas siswa.
"Tidak ada disekolah-sekolah lain, boleh saya katakan begitu. Hampir setiap hari ada turisnya yang siap masuk dikelas mereka untuk belajar praktek bahasa Inggris," jelas Marsekan.
2. Deretan Penghargaan
Marsekan menyebutkan, pihaknya mendapatkan penghargaan dari pemerintah yang diberikan pada tahun 2023 yaitu penghargaan ISO.
"ISO yang pertama adalah sekolah terkualitas dari sisi sarana dan prasarana sudah diakui lengkap sama pemerintah daerah. Kemudian ISO yang kedua, sekolah terbersih dan tersehat," beber Marsekan.
3. Lulusan 80 Persen Diterima Kerja
Pihaknya memiliki data yang telah ditelusuri karena SMK Anak Bangsa memiliki sistem untuk melacak para alumni.
"Alhamdulillah hingga hari ini hampir 80 persen anak-anak ini bekerja. Kemudian sisanya sekitar 15 persen itu lanjut kuliah. Sisanya adalah menikah," tutup Marsekan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/80-Persen-Lulusan-Diterima-Kerja-SMK-Anak-Bangsa-kembali-Buka-Pendaftaran-Siswa-Baru.jpg)