NTB

Banjir Rendam 3 Dusun di Tambora Bima, Ratusan Rumah dan Sawah Warga Terdampak

TribunLombok.com/Istimewa
Banjir merendam rumah warga di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, Senin pagi (26/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Banjir merendam tiga di dusun di Kecamatan Tambora Bima, Kabupaten Bima, Minggu (3/3/2024).

Bajir mulai menggenang sejak malam pukul 20.10 Wita sampai pukul 21.30 Wita.

Banjir berdampak pada permukiman warga dan dua hektar lahan pertanian.

Baca juga: Satu Desa Terendam Banjir di Kabupaten Bima, Ratusan KK hingga Lahan Pertanian Terdampak

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda menjelaskan banjir ini merendam Dusun Nangga Nae mengakibatkan 112 rumah terdampak dan 2 hektar lahan.

"Masyarakat tidak mengungsi akibat banjir tersebut," terangnya, Senin (4/3/2024).

Dusun lainnya, yakni di Dusun Mada Oi 103 unit rumah warga terendam banjir dan saat ini mulai surut dan sebagian warga sudah bisa melakukan pembersihan lumpur serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut.

Sementara Dusun Sarae sebanyak 111 unit rumah warga terrendam banjir dan mulai surut pada pukul 22.00 wita.

"Sebanyak 126 KK terdampak di tiga dusun, sebagian warga sudah bisa melakukan pembersihan lumpur serta tidak ada pengungsian akibat banjir," tambahnya.

Baca juga: VIRAL Video Warga Selamatkan Diri dari Banjar Bandang di Sumbawa, Naik Atap Rumah yang Hanyut

Beruntung bencana banjir ini tidak memakan korban jiwa. Tim BPBD sudah melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil dan desa setempat terkait terdampak dan melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak dan proses pendataan.

"Kepada seluruh masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta Bencana yang terjadi seperti banjir bandang, angin ptuing beliung dan tanah longsor serta kekeringan." beber Nurul Huda.

Warga juga diminta segera melapor jika terjadi bencana ke BPBD Kabupaten Bima, kantor camat serta kantor desa dan Babinsa, ataupun Babinkatimas setempat.

(*)