NTB

Iming-iming Masuk TNI Tanpa Tes, Penggembala Ternak di Bima Tertipu hingga Rp250 Juta

TRIBUNLOMBOK.COM/TONI HERMAWAN
Ikram, saat menggembala kambingnya, Sabtu (20/1/2024). pemuda asal Bima yang diduga tertipu oknum TNI. Setor uang ratusan juta dengan iming-iming masuk TNI tanpa tes. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Ikram, seorang penggembala ternak kambing asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku ditipu ratusan juta oleh oknum TNI.

Informasi yang didapatkan TribunLombok.com, oknum TNI tersebut berinisial I dan K, yang saat ini berdinas di Banjarmasin.

Tidak tanggung-tanggung jumlah uang yang mereka minta ke korban mencapai Rp 250 juta ke korban. Uang itu sebagai jaminan untuk lolos menjadi tentara.

Setidaknya ada sembilan kali korban mengirim melalui transfer dengan jumlah yang berbeda-beda.

Ikram, selaku korban mengaku, penipuan itu terjadi sekitar dua tahun lalu. Keluarganya pun sudah mengirimkan ratusan juta ke oknum tersebut dengan iming-iming akan diloloskan menjadi TNI tanpa tes.

"Katanya masuk langsung jadi," kata Ikram.

Ikram mengaku, dia baru mencurigai adanya penipuan usai mentransfer uang Rp 150 juta. Setelah itu Ikram berangkat ke Banjarmasin dengan niat bertemu oknum TNI tersebut.

Sesampai di tempat tujuan, Ikram menunggu dijemput oleh oknum TNI inisial I, namun tak kunjung dijemput. "Mungkin sengaja mau menipu," keluhnya.

Sesampai di Banjarmasin, Ikram mengunjungi rumahnya oknum TNI insial K yang diduga teman dari oknum TNI insial I. Saat di rumahnya, K berjanji pada Ikram uangnya akan dikembalikan.

"Dia janji akan kembalikan uang saya," tambah pria yang bekerja sebagai penggembala ternak ini.

Uang milik keluarga Ikram sudah dikembalikan sekitar Rp 120 juta.

Ia berharap uang dapat dikembalikan oleh oknum TNI itu secara utuh. Sebab untuk mengumpulkan uang ratusan juta rupiah keluarga harus menjual tanahnya.

"Masih ada sekitar Rp 100 juta lebih yang belum dikembalikan," pungkasnya.

(*)