NTB
Kapal RS Apung Laksamana Malahayati Sandar di Pelabuhan Bima
Penulis: Toni Hermawan | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) KM Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan bersandar di Pelabuhan Bima, Selasa (20/12/2023).
Pantuan TribunLombok.com sekira pukul 13.30 menepi untuk memberikan pengobatan kepada warga.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bima, H Ahmad Yadiansyah mengatakan tim medis RS Apung Laksamana Malahayati akan melayani pemeriksaan dan pengobatan gratis gratis kepada masyarakat di lapangan serba guna Sadia, Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
Baca juga: Kapal RS Apung Laksamana Malahayati Beri Pengobatan ke Warga di Kantor DPC PDIP Sumbawa
"Rencanya di sini dua hari," terang Yadiansyah usai melihat RSA KM Laksamana Malahayati bersandar di Pelabuhan Bima, Selasa (20/12/2023).
Ia melanjutkan, PDI Perjuangan peduli dengan kesehatan masyarakat yang berada di daerah kepulauan.
"Dasar itu maka perlu rumah sakit apung," sambungnya.
Yadiansyah berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatannya dan tentunya akan dilayani dengan sebaik mungkin.
"Ini murni untuk pengobatan tidak ada sekat partai manapun," tegasnya.
Baca juga: RS Apung Laksamana Malahayati Singgah di KSB: Warga Berobat Sakit Jantung, Diabetes, Hingga Sunat
Saat ditanya usai bersandar dari Pelabuhan Bima pihaknya belum banyak memberikan keterangan. Namun direncanakan akan berlayar ke Sulawesi.
"Kemungkinan akan berlayar ke Sulawesi dan sampai ke wilayah timur," pungkasnya.
Dokter RSA KM Laksamana Malahayati dr Michelle M memastikan ketersedian obat untuk pemeriksaan dan pengobatan di Kota Bima tercukupi untuk sekitar 1.500 pasien.
"Untuk ketersedian obat cukuplah," kata dr Michelle.
Guna memastikan obat tetap tersedia, saat perjalanan pun akan tim medis akan mengunjungi fasilitas kesehatan penyedia obat untuk mengelola stok.
"Selama ini aman-aman saja," tambahnya.
Ketua Tim Medis RS Apung Laksamana Malahayati dokter Januar Siahaan mengatakan akan melaksanakan pengobatan gratis secara medis selama dua hari.
Apabila selama pengobatan ada penanganan tindak lanjut maka akan dirujuk dengan peralatan medis di Kapal Laksamana Malahayati.
"Prinsipnya Tim Medis RS Apung Laksamana Malahayati siap menangani penyakit apapun karena kami memiliki peralatan medis dan obat-obatan yang paten," tutur Januar.
RSA KM Laksamana Malahayati ini sudah bersandar di Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan, Lombok serta Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/malahayati-bima.jpg)