NTB

Dinas Pertanian Kota Bima Kesulitan Vaksinasi Hewan Liar Pembawa Rabies

Tribun Jogja/Hasan Sakri Ghazali
Dokter hewan Dewi Rinasari dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memberikan vaksin antirabies kepada hewan peliharaan di Kantor Kelurahan Panembahan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (10/3/2020). Kesulitan vaksinasi terhadap anjing-anjing liar di Kota Bima dperparah dengan kondisi memasuki musim tanam jagung. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Bidang Kesehatan hewan (Keswan) pada Dinas Pertanian Kota Bima menggencarkan vaksinasi hewan pembawa rabies.

Angka gigitan anjing rabies di Kota Bima mencapai 174 kasus gigitan.

Kepala Bidang (Keswan) Dinas Pertanian Kota Bima Juwaihar mengatakan sering melakukan vaksinasi rabies gencar setiap tahun.

Namun masih kesulitan lakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing liar apalagi kini memasuki musim tanam jagung.

Baca juga: Dua Bocah dan Seorang Polisi di Dompu Digigit Anjing yang Diduga Rabies

"Kalau anjing liar ini kami sulit lakukan pengawasan," ucapnya, Sabtu (2/11/2023).

Sebab anjing-anjing biasa dipergunakan untuk menjaga ladang jagung.

Anjing liar ini, kata Juwaihar bisa berkeliaran sejauh 10 kilometer sehingga menyulitkan dalam pengawasan dan pemberian vaksinasi.

"Kalau hewan-hewan peliharaan kita tidak kesulitan," tambahnya.

Hewan yang sudah terkena rabies memiliki ciri agresif, mengeluarkan air liur, takut cahaya, takut air, dan menyerang apapun yang ada di depannya.

"Otaknya rusak kan rusak sifatnya menyerang, ada juga anjing yang terlihat diam tiba-tiba nyerang itu juga tanda-tanda rabies. Namun itu semua harus dilakukan pemeriksaan sampel otak di laboratorium yang ada di Denpasar," pungkasnya.

(*)