Pemerintah Tak Larang Tiktok Berjualan Tapi Harus Pisahkan Platform Medsos dan Bisnis

Pemerintah tidak melarang aplikasi Tiktok berjualan. Namun Tiktok harus mematuhi aturan platform media sosial dengan bisnis harus terpisah.

Editor: Dion DB Putra
TRIBUNNEWS
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam webinar Tribun Series , Rabu (18/5/2022). 

JAKARTA, TRIBUN BALI - Pemerintah tidak melarang aplikasi Tiktok berjualan. Namun Tiktok harus mematuhi aturan platform media sosial dengan bisnis harus terpisah.

"Saya pikir, yang sudah dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, menteri berkali-kali juga mengatakan pemerintah itu tidak melarang, pemerintah itu mengatur," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, Kamis (2/11/2023).

Jerry mengatakan, apa yang diatur oleh pemerintah adalah layanan dan juga peraturannya.

Kemendag pun telah menerbitkan Permendag nomor 31 tahun 2023 tentang perizinan berusaha, periklanan, pembinaan dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik.

Ia menegaskan, platform media sosial tidak boleh berjualan. "Kan disebutkan dengan jelas di Permendag nomor 31 tahun 2023, bahwa yang namanya sosial media, mereka enggak boleh jualan," kata Jerry.

"Kalau dia mau jualan maka harus punya izinnya terkait dengan e-bisnis, karena tidak bisa sosial media melakukan fungsi bisnis bersamaan," kata dia lagi.

Jerry menegaskan Tiktok dipersilakan berjualan dengan syarat memenuhi aturan yang berlaku selayaknya platform perdagangan digital lain yang tidak menggabungkan sosial media dengan layanan penjualan sekaligus.

Kata dia, izin itu sekarang yang harus diurus oleh pihk TikTok. "Karena itu kami persilakan, kalau dia mau jualan monggo, tetapi, harus punya izinnya, nah izinnya ini yang sedang diurus," demikian beber Jerry.

Ia menegaskan, TikTok harus mengikuti aturan yang berlaku dan harus mendapatkan perlakuan yang sama sebagaimana yang sudah dipatuhi oleh perusahaan-perusahaan marketplace yang sudah lama beroperasi di Tanah Air.

"Makanya kami berulang-ulang kali mengatakan kepada pelaku usaha, tidak hanya Tiktok, setiap platform usaha silakan dan selama inikan sudah jualan seperti Tokopedia, Blibli, Shopee karena mereka e-bisnis," jelasnya lagi.

Wamendag menyampaikan terkait masalah layanan penjualan di aplikasi Tiktok ini telah dikomunikasikan oleh pihak-pihak terkait. "Dan saya yakin komunikasi sudah dilakukan oleh pihak-pihak terkait dan mereka akan mengikuti dan patuh terhadap peraturan," kata dia. (kontan)

Iklim Bisnis Tak Sehat

Wamendag, Jerry Sambuaga menjelaskan, aturan mengenai perdagangan melalui elektronik dibuat untuk melindungi pelaku UMKM dalam negeri yang tergerus pasar oleh barang-barang impor yang harganya di bawah harga pasar.

"Kami banyak memikirkan pelaku UMKM, pelaku usaha, toko-toko yang mungkin sudah tidak bisa bersaing dengan sehat," ungkap Jerry.

Ia menegaskan, dengan adanya platform media sosial namun juga beroperasi sebagai e-commerce, maka hal tersebut bisa menciptakan iklim bisnis yang tidak sehat.

"Karena tadi dengan platform yang saya sebutkan tadi, tidak sehat dan barang impor ilegal masuk, tidak boleh, melanggar hukum. Nah ini yang kita atur dalam Permendag nomor 31 tahun 2023," sambung dia. (*)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved