Wisata Lombok
Festival Begawe Jelo Nyensek Sukarara 2023 Incar Transaksi Rp 1 Miliar
Kain tenun di Desa Sukarara dijual dengan harga mulai Rp 300 ribu hingga Rp 4 juta-an
Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Festival Begawe Jelo Nyensek Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah akan kembali digelar pada 7-8 Juli 2023 mendatang.
Menariknya, pada gelaran tahun ini, sebanyak 2023 penenun ditargetkan akan hadir untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).
"Iya itu target kita untuk memecahkan rekor Muri, dengan menghadirkan 2023 penenenun," ujar Ketua Pelaksana Festival Begawe Jelo Nyensek 2023, Syamsul Bahri kepada TribunLombok.com, Minggu (2/7/2023).
Dengan begitu, pihaknya berharap dapat menarik wisatawan seperti pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan sebelumnya.
"Sebab dari sisi ekonomi kami menargetkan transaksi yang terjadi minimal 1 miliar," lanjut Syamsul Bahri.
Baca juga: 2023 Orang Penenun Desa Sukarara Lombok Tengah Bakal Pecahkan Rekor Muri pada 7-8 Juli
Sedangkan terkait harga dari kain tenun sendiri, para penenun menjualnya mulai dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 4 Jutaan.
Selain itu, terdapat juga berbagai rangkaian kegiatan, sebelum hingga pada puncak acara pada tanggal 7-8 Juli 2023.
"Terdapat berbagai rangkaian, mulai dari Peresean, Ngendang dan Pepaosan. Dan itu mulai dari tgl 2 juli," lanjut Syamsul Bahri.
Kemudian terkait dengan persiapan kegiatan, saat ini pihaknya tengah melalulan koordinasi dengan berbagai pihak.
"Persiapan saat ini mulai dari lokasi, koordinasi dengan bupati serta pengajuan surat permohonan rekor muri. Dengan begitu, harapannya dari sisi promosi dan legacy kita mendapatkan rekor muri dan meningkatkan ekonomi," tandasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/penenun-desa-sukarara.jpg)