NTB
Pimpinan Komisi V DPRD NTB Muhammad Akri Bicara Soal Lapangan Kerja bagi Mantan PMI
Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Dion DB Putra
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB merupakan salah satu provinsi penyumbang pekerja migran indonesia (TKI) terbesar di Indonesia.
Selain memberikan devisa untuk Indonesia, kepulangan para PMI tersebut dari negara tempatnya berkerja disinyalir menimbulkan masalah baru di Provinsi NTB. Mereka menyumbang angka pengangguran.
Baca juga: Nasdem Gandakan Target Raihan Kursi DPRD KSB di Pemilu 2024, Caleg-nya Daftar Serentak 5 Mei 2023
Pimpinan Komisi V DPRD Provinsi NTB Muhammad Akri menuturkan, DPRD NTB berkerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB untuk menciptakan lapangan pekerja bagi mantan PMI.
"Kita akan berdayakan mereka sepulang dari negara tempatnya berkerja," tutur Akri di kediamannya di Mataram, Kamis (27/4/2023).
Akri mengusulkan Disnakertrans Provinsi NTB untuk memetakan keterampilan para PMI yang pulang ke NTB.
"Kita kumpulkan mereka sebagai kelompok kecil. Siapa yang ahli besi, kayu, dan sebagainya. Kita buatkan lapangan pekerjaan, nanti mereka berkerja di situ sepulangnya (ke NTB)," jelas Akri.
Akri menyebut PMI asal NTB didominasi pekerja di kebun kelapa sawit di negara Malaysia.
Menurut Akri, keterampilan pekerja sawit cukup sulit diberdayakan, terlebih kondisi perkebunan dan pertanian di Provinsi NTB yang didominasi jagung dan padi.
Namun Akri tetap optimistis. "Akan segera kita laksanakan sesegera mungkin. Kebetulan saat ini kita sedang hearing, nanti akan kita sosialisasikan sekaligus program kita dengan Disnakertrans NTB," tandas Akri.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Muhammad-Akri.jpg)