NTB

Diduga Rusak, Pesawat Wings Air Gagal Terbang di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima

DOK ISTIMEWA
Pesawat Wings Air yang gagal terbang pagi ini di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, diduga akibat kerusakan mesin, Minggu (26/3/20233) pagi. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Pesawat Wings Air tujuan Bandara Bizam Lombok, gagal terbang pagi ini di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Minggu (26/3/2023) pukul 07.00 WITA.

Pesawat dengan Nomor Penerbangan IW 1865 tersebut, sedianya akan menuju Lombok dengan jumlah penumpang 65 orang.

Dari jumlah penumpang tersebut, 13 orang di antaranya merupakan rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bima.

Rafidin, satu di antara anggota Banggar DPRD Kabupaten Bima mengungkap, pesawat diduga rusak sehingga tidak bisa terbang.

Baca juga: Mutia Ayu Rilis Lagu Melodi Ramadhan, Berharap Karyanya Bisa Temani Puasa Para Pendengar

Ia mengatakan, situasi saat itu seluruh penumpang sudah berada di atas pesawat dan pesawat sudah berjalan menuju landasan pacu.

Namun pesawat tiba-tiba seperti tidak ada kekuatan, sehingga pilot menyampaikan pada penumpang bahwa mereka harus kembali ke lokasi parkir pesawat 5-10 menit.

"Jadi tiba-tiba pesawatnya kayak tidak punya kekuatan saat digas itu," ungkap Rafidin.

Setelah kembali ke tempat parkir pesawat, penumpang diminta menunggu di dalam pesawat hingga 10 menit.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 2023 NTB, Minggu 26 Maret 2023: Kota Bima Pukul 04.44 WITA

Tapi awak pesawat kembali meminta penumpang, untuk turun ke dalam terminal bandara untuk menunggu lagi.

"Kami tunggu sampai tiga jam dan didatangi untuk terbang kembali dengan pesawat yang sama," ungkap Rafidin.

Akan tetapi pihaknya tidak mau melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang sama, karena khawatir dengan hal-hal yang tidak diinginkan.

Akibatnya, Rafidin dan 12 anggota dewan lain gagal melakukan perjalanan dinasnya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk berkonsultasi terkait Dana Alokasi Umum (DAU).

"Harusnya kami tiba di Jakarta besok, sudah dijadwalkan. Tapi diundur sampai besok dan kami harus buat jadwal ulang dengan kementerian," aku Rafidin.

Menurutnya, jika berbicara merugikan maka pihaknya sangat dirugikan karena untuk mendapatkan slot jadwal pertemuan di kementerian sangat sulit.

Hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban yang diperoleh dari pihak Wings Air.

Humas Wings Air, Danang Mandala Prihantoro yang dikonfirmasi via WhatsApp, belum memberikan jawaban.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.