Minggu, 3 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Provinsi NTB Gelar Penyuluhan Stunting

Memperingati Hari Gizi Nasional ke-63, Instalasi Gizi RSUD Provinsi NTB mengadakan penyuluhan stunting pada Rabu (25/1/2023).

Tayang:
Penulis: Setyowati Indah Sugianto | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/SETYOWATI INDAH
Suasana acara penyuluhan stunting yang digelar RSUD Provinsi NTB dengan tema "Cegah Stunting dengan Protein Hewani" pada Rabu (25/1/2023). 

Laporan TribunLombok.com, Setyowati Indah Sugianto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Memperingati Hari Gizi Nasional ke-63, Instalasi Gizi RSUD Provinsi NTB mengadakan penyuluhan stunting dengan tema "Cegah Stunting dengan Protein Hewani" pada Rabu (25/1/2023).

Penyuluhan kali ini bertempat di klinik anak RSUD Provinsi NTB dan dihadiri anak-anak serta ibu menyusui.

Stunting sendiri merupakan kondisi anak dimana dia mengalami kurang gizi kronis yang dapat disebabkan kurangnya asupan gizi berupa buah-buahan, sayur-sayuran, dan protein.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2018, Indonesia merupakan negara dengan angka stunting tertinggi ke-2 di kawasan Asia Tenggara.

Sedangkan stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB) menurut Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 berada posisi ke-4 tertinggi nasional pada kasus balita stunting dengan angka 31,4 persen.

Baca juga: RSUD Provinsi NTB Raih Juara II Nasional PKRS Award 2022

Kepala Instalasi Gizi RSUD Provinsi NTB Siti Utami Sulasty S.gz mengatakan, salah satu cara mencegah stunting diantaranya dengan pemberian gizi cukup seimbang.

"Selama ini gizi seimbang itu belum banyak yang mengerti, artinya proteinnya seberapa banyak, tahun ini kita lebih menitikberatkan pada protein hewani," katanya.

Beberapa penelitian menunjukkan, asupan makanan yang diberikan ke anak sangat kurang protein hewaninya.

Hal itu menjadi salah satu penyebabnya stunting sulit tidak bisa ditekan angkanya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapan instalasi gizi RSUD Provinsi NTB bisa mencegah stunting sejak dini.

"Stunting itu 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) benar-benar masa emas karena setelah 1.000 HPK stunting itu tidak bisa lagi diulang. Di seribu hari pertama itu saraf-saraf otak dibentuk otot dan tulangnya. Lebih dari itu stunting bisa diperbaiki tetapi peluangnya kecil," kata Siti Utami Sulasty.

Menurutnya, stunting tidak hanya masalah postur, lebih parah lagi kalau sudah stunting otomatis perkembangan otak terganggu dan organ-organ lainnya akan terganggu.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved