NTB

Pemenuhan Asupan Protein Hewani Bisa Cegah Anak Kena Stunting

Dok.Pemprov NTB
Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi Posyandu Dahlia 2, Dusun Bongor Desa Batunyala, Lombok Tengah, Rabu (25/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Asupan gizi berupa protein hewani harus terus diberikan kepada anak-anak untuk menjaga kesehatan dan mencegah stunting.

"Kita harus fokus pada pemberian protein hewani, seperti telur, ayam, daging dan lain-lainnya setiap hari, intinya anak-anak kita harus tetap sehat," kata Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah, saat mengunjungi Posyandu Dahlia 2, Dusun Bongor Desa Batunyala, Lombok Tengah, Rabu (25/1/2023).

Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan stunting merupakan kondisi dimana anak tidak mengalami pertumbuhan dengan baik.

Karenanya, jika orang tua menginginkan anak-anak menjadi sukses harus memperhatikan gizi sejak dini.

"Untuk melanjutkan pendidikan, anak-anak harus tetap sehat dengan menjaga kesehatan melalui dengan memperhatikan makanan," pungkasnya.

Baca juga: Kepala BPS RI dan Wagub NTB Resmikan Kantor BPS NTB, Momentum Baru Hasilkan Data Berkualitas

"Mudah-mudahan, posyandu Dahlia 2 angka stuntingnya nol semuanya menjadi sehat," imbuhnya.

Di Posyandu Dahlia 1 Dusun Tembeng terdapat angka stunting berjumlah 45 dari 118 sasaran.

Data terakhir menyebutkan pada posyandu yang dilakukan 24 Januari angka stunting menurun menjadi 24.

Sementara itu, Ketua Kader Posyandu Dusun Tembeng Ahadiyah menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah.

"Mudahan pelayanan posyandu makin baik, orangtua makin sadar membawa anaknya ke posyandu dan Posyandu semakin maju, dan fasilitas posyandu makin lengkap," harapnya.

Selanjutnya, Wagub NTB bersama rombongan terdiri dari Asisten 1, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis DP3A2KB, BKKBN, mengunjungi Puskesmas Batunyala.

Diharapkan Puskesmas yang dibangun tahun 2021 itu dapat menyediakan alat-alat medis yang lengkap untuk menunjang kebutuhan pasien.

(*)