Berita Lombok Tengah

Bayi di Lombok Tengah Lahir dengan Kondisi Tak Wajar, Sempat Kesulitan Dapat Penanganan RS

Bayi tersebut lahir dua minggu yang lalu di Puskesmas Batu Jangkih. Selanjutnya dirujuk ke RS Praya dan dirawat selama satu minggu.

Penulis: Sinto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
DOK ISTIMEWA/KIRIMAN AMAQ KETUJUR
Bayi di Lombok Tengah Lahir dengan Kondisi Tak Wajar, Sempat Kesulitan Dapat Penanganan RS - Penampakan kondisi bayi yang lahir dengan kepala bolong. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Seorang bayi dengan kondisi tengkorak bolong lahir di Desa Pemoles, Kecamatan Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya dari pasangan suami istri atas nama Nuh dan Rukiayah.

Bayi tersebut lahir dua minggu yang lalu di Puskesmas Batu Jangkih. Selanjutnya dirujuk ke RS Praya dan dirawat selama satu minggu.

Amaq Ketujur selaku aktivis sosial di Lombok Tengah mengungkapkan, awalnya bayi ini mau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.

Namun dikarenakan keterbatasan ruangan dan tidak ada jawaban sehingga akhirnya diminta kembali pulang ke rumah si bayi.

Baca juga: Warga Terara Lombok Timur Temukan Mayat Bayi Tanpa Kepala di Sungai Sampang Tiga

"Selanjutnya kemudian disarankan kembali untuk meminta rujukan ke poli anak RS Praya kemarin dan selanjutnya pada hari ini akan dibawa ke RSUP," beber Amaq Ketujur.

Meskipun demikian, Amaq Ketujur menyayangkan pelayanan RS Praya yang seharusnya merujuk si bayi lewat UGD, karena ini pelayanan dari RS ke RS.

Hal ini karena rujukan poli berlaku sehari setelah rujukan itu dibuat.

"Kalau rujukan poli dibuat kemarin berarti hari ini harus dan wajib ke RSUP NTB. Beda halnya dengan rujukan UGD, yang hari ini dibuat, hari ini langsung dibawa," tambah Amaq Ketujur.

Baca juga: Film Bayi Ajaib, Sinopsis dan Daftar Pemain: Horor Baru Vino G Bastian

Kondisi anak menurut Amaq Ketujur sangat memprihatinkan, di mana kepalanya berlubang dan harus pulang pergi jauh dari Pemoles ke Rumah Sakit.

"Menurut saya kejam sekali rumah sakit ini. Manajemen apa ini? Saya langsung telfon Direktur RS Praya dan alhamdulillah kemarin langsung ditangani kemarin. Beliau langsung respons cepat," jelas Amaq Ketujur.

Orang tua korban menurut Amaq Ketujur, pasrah saja dan berupaya melakukan yang terbaik untuk anaknya.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved