Bolehkah Kencing Sambil Berdiri dalam Hukum Islam? Simak Adab Buang Hajat Berikut Ini

Kencing berdiri hukumnya haram adalah pandangan yang kurang tepat dikaitkan dengan hukum Islam dan adab budi pekerti

pixabay.com
Ilustrasi urinoir. Kencing berdiri hukumnya haram adalah pandangan yang kurang tepat dikaitkan dengan hukum Islam dan adab budi pekerti. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Bagaimana hukum kencing berdiri dalam Islam?

Sebagian menganggap kencing sambil berdiri dilarang dan hukumnya haram.

Dikutip dari laman Bimas Islam, kencing berdiri hukumnya haram adalah pandangan yang kurang tepat.

Alasannya, kencing berdiri dalam hal adab buang hajat dipandang sebagai hal yang tidak baik.

Para ulama menghukumi kencing berdiri sebagai perbuatan yang makruh sepanjang tidak ada udzur (kendala), sehingga orang yang melakukannya tidak sampai berdosa.

Hukum makruh ini akan hilang ketika seseorang memiliki udzur, seperti terdapat penyakit atau luka yang menyebabkan dirinya terasa berat (masyaqqah) ketika kencing dilakukan dengan duduk.

Perincian hukum tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarf atau yang lebih populer dengan sebutan Iman Nawawi, dalam kitabnya disebutkan:

ﻳﻜﺮﻩ اﻟﺒﻮﻝ ﻗﺎﺋﻤﺎ ﺑﻼ ﻋﺬﺭ ﻛﺮاﻫﺔ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﻭﻻ ﻳﻜﺮﻩ ﻟﻠﻌﺬﺭ ﻭﻫﺬا ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ

"Dimakruhkan kencing berdiri jika tidak ada kendala dengan makruh tanzih (tidak berdosa jika dilakukan, dan berpahala jika ditinggalkan), dan tidak dimakruhkan jika ada kendala. Ini adalah pendapat mazhab kita (Syafi'iyah)." (Imam Nawawi, Majmu Syarhi al-Muhadzzab, [Maktabah ar-Rasyad: tt], juz III, halaman 100).

Selain itu, Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa para ulama di luar mazhab Syafi'iyah berbeda pendapat dalam hal ini, di antaranya:

(1) makruh, jika kencing di tempat sekira kencingnya akan memercik ke mana-mana, dan tidak makruh jika sebaliknya. Ini merupakan pendapat ulama kalangan mazhab Malikiyah; dan

(2) boleh-boleh saja (mubah) kencing berdiri, hanya saja lebih baik duduk. Pendapat ini menurut Imam Ibnu al-Mundzir.

Baca juga: Bolehkah Menantu Menikahi Ibu Mertua? Simak Hukum Islam Soal Mahram

Berdasarkan salah satu hadits, Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ قَائِمًا فَلَا تُصَدِّقُوْهُ مَا كَانَ يَبُوْلُ إِلَّا جَالِسًا

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved