Bolehkah Menantu Menikahi Ibu Mertua? Simak Hukum Islam Soal Mahram

Dengan adanya akad nikah, maka mertua itu menjadi mahram muabbad berkat adanya ikatan keluarga dari hasil suatu pernikahan

pixabay.com
Ilustrasi pernikahan. Dengan adanya akad nikah, maka mertua itu menjadi mahram muabbad berkat adanya ikatan keluarga dari hasil suatu pernikahan 

TRIBUNLOMBOK.COM - Beberapa waktu lalu viral di media sosial kasus menantu yang dipergoki berhubungan intim dengan mertuanya tanpa ikatan perkawinan yang sah.

Lalu seperti apa hukum menikahi ibu mertua dalam Islam?

Bolehkah seorang menantu laki-laki menikahi ibu mertuanya?

Dikutip dari Ditjen Bimas Islam, Syekh Nawawi Banten, dalam kitabnya Nihayatuz Zain bahwa penyebab seseorang bisa menjadi mahram bisa dengan tiga hal.

Pertama, nasab atau keturunan.

Baca juga: Sopir di Bima Grebek Istri Selingkuh dengan Suami Orang Lain di Kamar Rumah Mertua

Kedua, mahram radha'ah, yaitu hubungan mahram yang di akibatkan oleh persusuan yang dilakukan oleh seorang perempuan kepada bayi yang bukan anak kandungnya.

Ketiga, mahram mushaharah, yaitu orang-orang yang haram untuk dinikahi sebab adanya ikatan kekeluargaan dari hasil suatu pernikahan.

menurut fikih, haram hukum menikah dengan ibu mertua dalam Islam.

Sebab dengan adanya akad nikah, maka mertua itu menjadi mahram muabbad (tidak boleh dinikah selama-lamanya).

mertua merupakan mahram dari menantu karena adanya hubungan pernikahan dengan anaknya.

Mahram dalam hal ini menurut Syekh Nawawi adalah mahram muabbad, yaitu wanita yang haram dinikahi selama-lamanya, bagaimana pun situasi dan keadaannya.

Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya, Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadiin, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 2000], juz I, halaman 304, menegaskan:

وللمحرمية ثلاثة أسباب وهي بنسب أو رضاع أو مصاهرة فتحرم زوجة أصل زوجة أي أمها بواسطة أو بغيرها من نسب أو رضاع سواء أدخل الزوج بالزوجة أم لا

"Dan hubungan mahram itu memiliki tiga sebab, yaitu; (1) sebab keturunan; (2) sebab persusuan; dan (3) sebab pernikahan. Maka haram hukumnya menikahi ibu istri (mertua), yaitu ibu dari istri, baik mahram dengan perantara atau tidak, mulai dari keturunan, dan susuan. (Semua ini tetap dikatakan mahram) sekalipun sudah menjima istrinya atau tidak."

Dari penjelasan Syekh Nawawi Banten di atas, dapat disimpulkan bahwa menikahi mertua hukumnya haram, baik istrinya sudah disetubuhi atau tidak karena mertua termasuk mahram yang selamanya.

(TribunLombok.com)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved