Berita Lombok Tengah

DPRD NTB Minta Pemda Lombok Tengah Jadi Penengah Penyelesaian Pungli Parkir Mandalika

Pemda Lombok Tengah juga perlu mempertimbangkan kepentingan masyarakat selaku pengelola

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Anggota DPRD NTB Dapil 8 Lombok Tengah Selatan Lalu Ahmad Yani. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Anggota DPRD NTB Dapil 8 Lombok Tengah Selatan Lalu Ahmad Yani angkat bicara soal dugaan pungli tarif parkir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Politisi partai Golkar itu meminta Pemda Lombok Tengah hadir mencari win-win solution bagi kedua belah pihak.

Pemda Lombok Tengah diharapkan bisa menjembatani kedua belah pilah, warga pengelola parkir dan PT ITDC.

"Harus dikomunikasikan ke kedua belah pihak. Pemda Lombok Tengah kita minta menjadi jembatan dalam persoalan ini," ungkap Lalu Ahmad Yani di Mataram pada Jumat (20/1/2023).

Dia tidak menampik bahwa dari sisi regulasi, pungutan yang ditarik melebih batas.

Baca juga: Ombudsman NTB: Pungutan Parkir Tepi Jalan Sirkuit Mandalika Ilegal

Hal itu merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Tengah nomor 1 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan daerah Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha.

Namun, di lain sisi, Pemda Loteng juga perlu mempertimbangkan kepentingan masyarakat selaku pengelola.

Sepengetahuannya, warga setempat menyewa lahan ke warga untuk dijadikan tempat parkir.

"Tempat berkegiatan parkir ini disewa ke pemilik lahan," katanya.

Jikapun Pemda tetap melarang maka harus dikomunikasikan kedua belah pihak supaya lahan ITDC disana dikelola warga.

Lalu Ahmad Yani tidak ingin membiarkan warga setempat bisa kehilangan mata pencarian.

Ia meminta adanya penertiban yang bijak agar pungutan parkir itu tidak melanggar aturan.

"Pemerintah harus bijak tangani hal ini terutama kita perlu lihat posisi mereka jadi juru parkir (mata pencaharian)," kata politisi asal Rembitan itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved