Breaking News:

Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi RI Masih Terjaga di Tahun 2022

Sri Mulyani mengatakan, tahun 2022 merupakan tahun yang sangat brutal bagi perekonomian dunia, karena ketidakpastian global menimbulkan gejolak.

Editor: Dion DB Putra
TRIBUNNEWS
Sri Mulyani. Sri Mulyani mengatakan, tahun 2022 merupakan tahun yang sangat brutal bagi perekonomian karena ketidakpastian global. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, momentum pemulihan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik di 2022, meskipun terjadi perlambatan yang signifikan.

“Momentum pemulihan ekonomi masih terjaga. Indonesia tumbuh di atas 5 persen selama empat kuartal berturut-turut. Sejak kuartal IV hingga kuartal III 2022 meningkat ke meningkat ke 5,72 persen (pertumbuhan ekonomi),” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (3/1/2023).

Baca juga: Forbes Tempatkan Sri Mulyani sebagai Wanita Berpengaruh Tahun 2022, Peringkatnya Naik

Dia bahkan meyakini pemulihan ekonomi ini masih akan terjadi pada kuartal IV 2022. Keyakinan ini karena daya tahan ekonomi Indonesia terjaga cukup baik, meski terkena imbas dari perlemahan ekonomi global.

Sri Mulyani mengatakan, tahun 2022 merupakan tahun yang sangat brutal bagi perekonomian dunia, karena ketidakpastian global menimbulkan gejolak di pasar keuangan semua negara.

“Meski begitu, pada kuartal IV 2022 kita lihat kondisi dari kegiatan ekonomi masih relatif baik, ini tentu memberikan optimisme kepada kita semua, namun kita hati-hati karena imbas dan gelombang gejolak dunia begitu sangat dahsyat,” jelasnya.

Faktor lain yang menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia masih tetap terjaga yakni, konsumsi domestik yang semakin meningkat, dengan membaiknya kondisi pandemi. Sementara itu, peningkatan ekspor di dorong oleh tingginya harga komoditas.

Konsumsi rumah tangga juga tercatat meningkat signifikan hingga kuartal III 2022. Didukung oleh berbagai program perlindungan sosial dan keyakinan masyarakat karena membaiknya pandemi.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga mengalami normalisasi seiring dengan penurunan kebutuhan belanja penanganan pandemi Covid-19.

Investasi juga menguat didorong oleh masuknya Penanaman Modal Asing (PMA) sejalan dengan kebijakan hirilisasi. Pertumbuhan investasi mesin dan kendaraan komersial masing-masing sebesar 36,5 persen dan 17,1 persen.

Terakhir, kondisi ekspor juga tercatat terus meningkatkan pertumbuhan dua digit di tengah gejolak ekonomi global dan didukung masih kuatnya ekspor komoditas unggulan Indonesia.

Lebih lanjut, Sri Mulyani juga mengatakan pemulihan ekonomi juga terjadi di seluruh sektor. Mulai dari sektor pertanian, didukung oleh sektor pertambangan, manufaktur, konstruksi, bahkan perdagangan, transportasi dan akomodasi & makanan minuman yang sangat terpukul selama pandemi Covid-19.

Dibandingkan dengan level prapandemi, level Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III 2022 telah meningkat sebesar 6,6 persen. Seluruh sektor pun mencatatkan peningkatan, melewati level pra pandemi.

“Ini menggambarkan bahwa perekonomian Indonesia mengalami pemulihan baik dari sisi demand, konsumsi, investasi yang mulai merambat di atas 5 persen, juga ekspor yang masih bertahan bagus, serta impor yang meningkat,” imbuhnya. (kontan)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved