NTB

Gunung Gundul Berpotensi Ganggu Pelayaran, PT Pelni Tanam 12.800 Bibit Kemiri di Kota Bima

TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Gunung Gundul Berpotensi Ganggu Pelayaran, PT Pelni Tanam 12.800 Bibit Kemiri di Kota Bima - Penanaman 12.800 pohon kemiri dilakukan oleh PT Pelni bersama kelompok masyarakat dan juga Pemerintah Kota Bima, dalam menangani lahan kritis di perbukitan dan pegunungan Kota Bima, yang digunakan untuk menanam jagung. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Kondisi perbukitan dan pegunungan di Kota Bima yang gundul, mengundang banyak perhatian berbagai kalangan. 

Apalagi, Kota Bima menjadi daerah rawan banjir ketika musim penghujan tiba. 

Kekeringan akibat perambahan hutan yang masif, telah menyebabkan 150 dari 200 titik mata air di Kota Bima, hilang. 

Jumat (23/12/2022), PT Pelni bersama kelompok masyarakat dan Pemerintah Kota Bima, menanam 
12.800 bibit pohon kemiri.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Pelabuhan Lembar Mei-Juni 2022

Jenis pohon yang baik dan kuat, dalam menyerap air dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Plt Vice President Treasury PT Pelni (Persero), Andrie Setiadi mengatakan, bibit kemiri tersebut ditanam pada lahan seluas 7 hektar, yang terletak di Kawasan puncak So Wawo Mpori.

"Kawasan tersebut termasuk Hutan Kemasyarakatan, di bawah naungan Kesatuan Pengelolaan Hutan," ujarnya. 

Dia berharap, dapat berkontribusi dalam menyelamatkan dan menghijaukan Kembali Kota Bima. 

Baca juga: Gunung Semeru Meletus Lagi Hari Ini dengan Tinggi Kolom Erupsi 500 Meter di Atas Puncak

Seluruh Program PT Pelni akunya, untuk mendukung agenda yang lebih besar, yaitu Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang disepakati diantara negara-negara anggota PBB.

Selain itu, untuk mewujudkan satu dari 17 tujuan yang ditetapkan dalam SGDs yaitu melindungi, merotasi dan meningkatkan pemanfaatan  berkelanjutan ekosistem daratan, dengan mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggundulan hutan dan memulihkan degradasi lahan. 

Harapan besar selanjutnya, program terus didukung oleh pemangku kebijakan sehingga apa yang telah dimulai, bisa terus terawat. 

"Selain penanaman bibit Kemiri, kami pun menyediakan bascamp untuk memantau setiap hari bibit yang telah ditanam," pungkas Andrie. 

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni, Anik Hidayati mengaku, meski ruang kerja PT Pelni berada di laut, bukan berarti tidak memiliki kepentingan pada kondisi daratan. 

Pasalnya ungkap Anik, kondisi hutan yang gundul akan menganggu pelayaran unit kapal PT Pelni, terutama pada dermaga untuk sandaran kapal. 

"Makanya kami harus menjaga kondisi gunung. Selain itu, secara menyeluruh pun kondisi alam ini adalah kepentingan kita bersama," tandasnya. 

Anik mengaku, baru pertama kali ke Bima dan langsung melihat kondisi perbukitan, pegunungan yang telah gundul. 

"Ini menjadi perhatian bersama, dari mana pun kita berasal kita butuh alam ini untuk kita jaga," tegasnya. 

Kepala BKPH Maria Donggo Massa, Akhyar mengaku, penanaman Kemiri di kawasan pegunungan Kota Bima baru pertama dilakukan.

Pihaknya pun mendukung gerakan penanaman ribuan Kemiri ini, karena tidak hanya bersifat sosial kemasyarakatan, tapi juga bernilai ekonomi tinggi. 

"Kami mengubah mindset, tidak hanya menanam kayu tapi juga yang lain dengan ekonomi tinggi. Contohnya Kemiri ini, sangat bagus," akunya. 

Pihaknya pun telah memiliki sejumlah kawasan, yang dijadikan pilot project penanaman pohon non kayu. 

Kawasan penanaman 12.800 Kemiri ini, akan menjadi percontohan pertama untuk dilanjutkan ke kawasan lain. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, H Mukhtar Landa mengapresiasi langkah PT Pelni bersama kelompok masyarakat di Kota Bima. 

"Penanaman ini, telah membantu kerja pemerintah. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita menanam," tegasnya. 

Menurut sekda, Kemiri termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan tidak rewel. 

Ia pun mengungkap pengalamannya, menanam kemiri dan kini telah tumbuh dengan baik meski tanpa perawatan.

"Kita beri contoh, karena warga Bima memerlukan contoh dan melihat manfaat baru mengikuti," pungkasnya.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.