NTB
Kapolres Lombok Timur Komentari Insiden Astana Anyar dan Bebasnya Umar Patek
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pasca ledakan bom bunuh diri di Astana Anyar, Bandung, Polres Lombok Timur lakukan pengetatan keamanan.
Platon siaga diterjunkan untuk menjamin hadirnya kondisi aman di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
Kapolres Lombok Timur, AKBP Hery Indra Cahyono saat ditemui TribunLombok.com pada Jumat (9/12/2022) mengatakan, pengamanan dilakukan sesuai arahan pimpinan di pusat.
"Seperti yang terjadi kemarin, tentunya jajaran polres sesuai arahan pimpinan meningkatkan status kesiap siagaan. Ada arahan langsung dari pimpinan, jangan sampai terjadi di wilayah kita," ucapnya.
Baca juga: Profil Agus Sujatno Alias Abu Muslim, Teroris di Balik Ledakan Polsek Astana Anyar
Hery juga memeriksa, ke depan pihaknya akan memberikan penanganan lebih ketat terhadap tamu yang berkunjung ke markasnya.
Terutama bagi mereka yang datang dengan gelagat mencurigakan.
Oleh karena itu, Kapolres Hery pun telah menerjunkan tim pengaman dengan senjata lengkap di pintu masuk Polres Lombok Timur.
Menurutnya antisipasi sangat diperlukan untuks aat ini. Juga dengan cara memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai pentingnya Pancasila dan juga kecintaan terhadap NKRI.
Baca juga: KRONOLOGI Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Pelaku Acungkan Senjata Tajam saat Polisi Upacara
"Kita melihatnya pelaku tersebut jelas telah melakukan suatu tindakan yang dikatakan terorisme hingga mengakibatkan ancaman," tegasnya.
"Kita melihat dari diri pelaku ada suadaranya, hingga bukan berarti mengucilkan mereka, namun harusnya mereka yang kita perhatikan agar merasa dilindungi, diperhatikan," terangnya.
Pun begitu dengan pembebasan Umar Patek, mantan teroris bom Bali I yang dibebaskan dengan bebas bersyarat.
"Terkait pembebasan Umar Patek kita lihat dari kacamata hukum, itu dia sudah mengikuti prosedur hukum."
"Namun kita harus waspada juga, dan setelahnya dia ada di tengah masyarakat, masyarakat harus menerimanya, masyarakat yang harusnya menjadi pembimbing agar hal hal seperti dahulu tak terulang kembali," katanya.
"Karena dia juga telah menerima hukuman dan telah melalui beberapa pemahaman hingga dia juga mungkin sudah sadar dengan apa yang telah ia perbuat dahulu," demikian Kapolres Hery.
Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/kapolres-lombok-timur-hery-indra-cahyono-jjjmsji.jpg)