Berita NTB

Pemprov NTB Minta DPMPTSP Pulihkan Izin Pengambilan Air Tanah PT GNE di Gili Trawangan dan Gili Meno

Imbasnya, sejak 1 Desember 2022 lalu, PT BAL sudah menyetop distribusi air bersih ke Gili Trawangan-Meno.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Pemprov NTB Minta DPMPTSP Pulihkan Izin Pengambilan Air Tanah PT GNE di Gili Trawangan dan Gili Meno - Karo Hukum Pemprov NTB Rudy Gunawan saat ditemui pasca rapat terkait distribusi air bersih di dua gili, pada Rabu (7/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Masyarakat Gili Trawangan dan Gili Meno terancam tidak lagi mendapatkan suplai air bersih.

Hal tersebut lantaran surat yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Nomor: 503/03/001/PENCABUTAN-SIPA/DPMPTSP/2022 yang menganulir izin PT GNE melalui surat tentang pencabutan izin pengambilan air tanah PT Gerbang NTB Emas tertanggal 1 Desember 2022.

Dengan begitu, PT GNE sebagai mitra sudah tidak bisa lagi menjamin operasional PT Berkat Air Laut (BAL) yang memproduksi air untuk kebutuhan rumah tangga dan pengusaha di dua gili yakni, Gili Trawangan dan Meno.

Imbasnya, sejak 1 Desember 2022 lalu, PT BAL sudah menyetop distribusi air bersih ke Gili Trawangan-Meno.

Baca juga: Hampir Sepekan Gili Trawangan Tanpa Air Bersih, Warga dan Pengusaha Menjerit

Kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap masyarakat di dua gili.

Masyarakat di dua gili mengaku tercekik. Sejumlah pengusaha menutup gerainya.

Bahkan, sejumlah wisatawan yang telah 'boking kamar' mengurungkan niatnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pihak terkait, pada Rabu (7/12/2022) di Kantor Gubernur NTB.

Baca juga: Jaksa Agung Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan

"Tadi kami sudah rapat, saat ini kita akan berkoordinasi dengan Pemkab Lombok Utara, kita akan formulasikan PT BAL atau PT GNE, dengan PT TCN dengan mitranya PDAM Amerta Dayan Gunung KLU," kata Karo Hukum NTB Lalu Rudy Gunawan.

PT BAL, kata Karo Hukum dari sisi pengambilan air tanahnya menurut kajian Kementerian ESDM tidak bermasalah, dengan kedalaman yang ditentukan itu diperbolehkan.

Untuk PT TCN, dari sisi SWOT sama-sama melakukan pengambilan air tanah, hanya saja sistemnya berbeda. Penyaluran menggunakan SPAM PDAM.

Pemprov NTB meminta kedua belah pihak untuk bekerja sama dan beroperasi, tetapi penyalurannya tetap menggunakan SPAM PDAM.

Dalam rapat tersebut, Pemprov NTB meminta agar izin pengambilan air tanah di Gili Trawangan-Meno oleh PT GNE dengan mitranya PT BAL segera dipulihkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved