Cara Presiden Jokowi Desain Ekonomi Negeri: Buat Negara Lain Bergantung ke Indonesia

Presiden Joko Widodo sudah mengecek negara mana saja yang bergantung ke Indonesia

BPMI Setpres/Kris
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2022 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Rabu, 30 November 2022. Presiden Joko Widodo sudah mengecek negara mana saja yang bergantung ke Indonesia. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membeberkan cara agar negara lain bergantung ke Indonesia secara ekonomi.

Dalam penjelasannya, Jokowi menggunakan contoh desain ekonomi negara Amerika Latin.

Negara-negara di bumi selatan benua Amerika ini, kata Jokowi, salah mengelola ekonomi sehingga menjadi negara berkembang selama 50 tahun.

Presiden Jokowi pun mengungkap kesalahan negara-negara Amerika Latin itu dengan analisa desain ekonomi.

Jokowi menyebut, negara Amerika Latin ini membuka seluas-luasnya untuk investor asing.

Baca juga: Beri Arahan ke KPU Soal Pemilu 2024, Presiden Jokowi: Hal Teknis Saja Bisa Dipolitisasi

Namun lupa membuat negara lain bergantung pada mereka.

Tidak seperti Korea Selatan ataupun Taiwan yang secara konsisten dengan desain ekonominya.

Ini yang harus betul-betul desain ini secara konsisten kita lakukan terus, yaitu membuat negara lain bergantung kepada kita," ujarnya dalam acara "Kompas CEO Forum Tahun 2022" di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/12/2022) dikutip dari Tribunnews.com.

Presiden mengatakan, bahwa dirinya sudah beberapa kali mengecek negara mana saja yang bergantung ke Indonesia.

Ketika komoditi itu dihentikan suplainya, maka negara yang bergantung itu segera buka suara.

"Cek siapa sih yang tergantung pada kita, ternyata banyak sekali, begitu batu bara kita setop dua pekan saja, yang telepon ke saya banyak sekali kepala negara, perdana menteri, Presiden. Oh ini tergantung, tergantung, tergantung, banyak sekali, saya kaget juga urusan batu bara," kata Jokowi.

Begitu juga dengan penyetopan ekspor minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang sempat dilakukan pemerintah Indonesia, mendapat pertanyaan dari lembaga keuangan dunia.

"CPO begitu kita setop ya karena saya harus setop, banyak pertanyaan dari luar, dari IMF, dari Bank Dunia, kenapa setop? Ya karena dalam negerinya hilang barangnya, saya harus utamakan rakyat saya dulu saya sampaikan," pungkasnya.

(Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved