Film Dokumenter "Sang Punggawa Laut Sumbawa" Raih Juara 2 Eagle Award 2022

Kreator film dokumenter “Sang Punggawa Laut Sumbawa” tergabung dalam komunitas Sumbawa Cinema Society (SCS)

HO/Iwan
“Sang Punggawa Laut Sumbawa” meraih Juara 2 Eagle Award Documentary Competition (EADC) Metro TV kategori profesional filmmakers. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Film dokumenter karya Harsa Perdana dan Muhammad Farhan berjudul “Sang Punggawa Laut Sumbawa” meraih Juara 2 Eagle Award Documentary Competition (EADC) Metro TV.

Kabar gembira ini diumumkan pada Malam Penganugerahan Eagle Award di @america, Mal Pasific Place, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Harsa dan Aan tergabung dalam komunitas Sumbawa Cinema Society (SCS) dan tercatat sebagai mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) angkatan 2019.

Wajah sumringah mengiringi Harsa dan Aan menaiki panggung dan menerima piala Eagle Award dan hadiah Rp 15 juta rupiah.

Saat diminta oleh MC untuk berpidato, Harsa mengucapkan terima kasih pada komunitas SCS sebagai guru pertamanya dalam pembuatan film.

Baca juga: UTS Teken MoU dan MoA dengan PT Nanotech Indonesia Global

Sedangkan Aan secara spesifik menyebutkan dua nama mentor utama mereka dalam dunia perfilman di Sumbawa yaitu Anton Susilo dan Yuli Andari.

Selain itu, Bapak Harin, nama narasumber utama dalam film dokumenter “Sang Punggawa Laut Sumbawa” juga disebut dalam pidato tersebut.

Nama Sumbawa terangkat dalam penghargaan bergensi ini.

Penghargaan Eagle Award bukan hal baru bagi Sumbawa, karena tepat 17 tahun lalu, penghargaan ini pernah diraih oleh Yuli Andari dan Anton Susilo melalui film mereka “Joki Kecil”.

Dihubungi via telpon, Yuli Andari mengungkapkan rasa terharunya karena akhirnya Sumbawa dapat membawa pulang Eagle Award sebagai juara kedua.

“Rasanya mau menangis, mendengar nama Harsa dan Aan di sebut. Memori saya berada di atas panggung kembali terpanggil," seperti dikutip dari laman Instagram @scs_sumbawa.

Akhirnya, setelah 17 tahun, piala Eagle Award kembali lagi ke Sumbawa.

"Pemenangnya pun bukan orang lain, tetapi anggota SCS dan juga mahasiswa yang pernah saya ajar mata kuliah Desain Produksi Dokumenter,” tutur Andari, panggilan akrabnya.

Sementara Anton Susilo melalui sosial medianya mengatakan bahwa penghargaan adalah bonus.

"Yang paling penting, film dokumenter mampu menyuarakan rakyat kecil dalam hal ini adalah masyarakat nelayan di Sumbawa," pungkasnya.

Eagle Awards merupakan kompetisi pembuat film dokumenter pemula yang mengarahkan karirnya untuk menjadi pembuat film dokumenter profesional.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved