Makin Keren, Sky Lancing Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Paralayang Tingkat Dunia Tahun Depan

Sky Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah bakal menjadi tuan rumah Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) pada 27-30 Jul 2023.

Penulis: Sinto | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMY
Destinasi Sky Lancing yang akan gelar event Paralayang Internasional di Desa Mekar Sari, Lombok Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Sky Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB, bakal menjadi tuan rumah Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) pada 27-30 Juli 2023.

Ketua Harian Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Lombok Tengah Roy Rahmanto mengatakan, sejumlah persyaratan bidding sebagai tuan rumah PGAWC 2023 telah tuntas.

"Target kami, kejuaraan dunia ini diikuti oleh 17 negara," katanya, Rabu (30/11/2022).

Roy Rahmanto menuturkan, bulan September lalu, tim dari PGAWC sudah datang meninjau kawasan Sky Lancing dan memberikan masukan apa saja yang perlu dibenahi.

Tim dari PGAWC sendiri tidak mempermasalahkan, hanya saja disinggung soal kesiapan panitia.

Baca juga: Sky Lancing Lombok Tengah Akan Gelar Eksebisi Porprov NTB Paralayang Sambut Agenda Internasional

"Tim PGAWC meminta kami menyiapkan kepanitiaan yang mumpuni untuk menyambut event internasional ini" ujarnya.

Tim PGAWC sempat meragukan kualitas SDM panitia dalam mengatur event paralayang sehingga meminta membuat event bersekala kecil terlebih dahulu.

"Apa yang kurang tentunya menjadi pembelajaran, terlebih event PGAWC ini perlakuannya tentu berbeda," akunya.

Sky Lancing sebagai tuan rumah telah mendapat kesepakatan antara pemilik lahan, Lanud ZAM, termasuk juga pemerintah provinsi dan kabupaten.

Tempat ini juga merupakan satu-satunya lokasi paralayang di Lombok yang sudah mengantongi izin terbang pada Agustus 2022 lalu.

"Tidak bisa sembarangan untuk main di udara, apalagi di sini kita mainnya di atas 100 bahkan 200 meter," ujarnya.

Disinggung mengenai jumlah atlet paralayang di NTB, pihaknya mengaku atlet yang sudah lisensi level 2 sekitar 20 orang atlet.

"Persyaratan atlet yang mengikuti kejuaraan dunia harus berada di level 2," sebutnya.

Beberapa atlet yang terus dilatih di antaranya dari Sembalun Lombok Timur, Lombok Tengah dan sebagian besar di Kabupaten Sumbawa Besar (KSB).

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved