Berita Bima

Kantor Imigrasi Bima Deportasi Warga Negara Malaysia, Ini Alasannya!

Kantor Imigrasi Bima mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) dari wilayah Bima. 

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
DOK ISTIMEWA
Warga Negara Malaysia saat dideportasi di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Kantor Imigrasi Bima mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) dari wilayah Bima. 

WNA ini berinisial GSK, laki-laki berusia 46 tahun asal Malaysia dan dideportasi melalui Bandara Bima, pada Rabu (30/11/2022). 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima Kanwil Kemenkumham NTB, Muhammad Usman kepada TribunLombok.com, membenarkan adanya pendeportasian seorang WNA tersebut. 

"Betul, telah kami deportasi tadi pagi," ujarnya.

Baca juga: Pejabat Imigrasi Thailand Melarang Ratu Kecantikan Myanmar Masuk ke Negara Itu

Deportasi dilakukan, karena WNA tersebut melanggar Pasal 8 Undang-Undang No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. 

"Yang bersangkutan berinisial GSK ini, berada di wilayah Indonesia tanpa memiliki izin tinggal dan dokumen perjalanan seperti paspor," jelas Usman. 

Dengan demikian, pihaknya melakukan tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian dan pencekalan selama 6 bulan, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima Nomor W21.IMI.3-2585.GR.02.03 Tahun 2022. 

Pendeportasian dilaksanakan oleh Kasubsi TI-Intelkdakim, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima dan didampingi oleh 1 orang petugas Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bima.

Baca juga: Mencegah Penyakit Menular Masuk, Imigrasi Mataram Perkuat Screening di Pintu Masuk Bandara

Kantor Imigrasi Bima kata Usman, berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram dalam proses peneraan stempel tanda keluar bagi WN Malaysia dideportasi tersebut.

Proses pendeportasian ini, dilakukan pukul 10.30 WITA menggunakan maskapai AIRASIA QZ-463 Rute Lombok - Kuala Lumpur, melalui Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok. 

"Sebelumnya, yang bersangkutan kami berangkatkan dari Bandara Bima menuju Bandara Internasional Bizam. Proses deportasinya di sana," tandasnya. 

Usman menegaskan, deportasi dilaksanakan untuk menegakkan aturan keimigrasian dan menjaga kedaulatan negara demi tegaknya NKRI. 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved