Hadapi 2023, BI NTB Fokus Ciptakan Ponpes Ekonomi Mandiri dan Transaksi Digital

Deputi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi NTB (KPwBI NTB) Ahmad Fauzi menyampaikan, BI NTB akan fokus mengembangkan perekonomian NTB.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Sirtupillaili
Dok.KPw BI NTB
Produk hortikultura (cabai rawit) yang diperjualkan di Operasi Pasar Murah, dan di bayar menggunakan QRIS. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pulau Lombok dikenal sebagai sebutan pulau seribu masjid.

Begitu dengan pondok pesantren yang tersebar di berbagai penjuru Pulau Lombok.

Dengan berbagai hal tersebut, Deputi Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi NTB (KPwBI NTB) Ahmad Fauzi menyampaikan, BI NTB akan fokus mengembangkan arah perekonomian NTB pada 2023 ke beberapa titik.

Dua diantaranya adalah pengembangan ekonomi berbasis syariah serta pengembangan ekonomi digital di NTB pada tahun 2023 mendatang.

Dicontohkan oleh Fauzi, KPwBI NTB telah menciptakan ekonomi mandiri pondok pesantren melalui Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia.

Yakni kerja sama mitra antar pondok pesantren berbasis digital melalui workshop hebitren.

Baca juga: Hadapi Tantangan Ekonomi Tahun 2023, BI NTB Gandeng Komoditas Ekspor Unggulan

Menciptakan lomba wirausawahan syariah serta pondok pesantren unggulan, lalu sertifikasi halal untuk 20 UMKM dan 300 peserta UMKM.

Tidak jauh berbeda dengan pengembangan transaksi digital di NTB, KPwBi NTB akan memasifkan penggunaan QRIS di masyarakat.

Ungkap Fauzi, NTB menunjukkan hasil positif dalam penggunaan QRIS.

Seperti penggunaan dan pengelolaan masjid oleh pemuda serta pengurus masjid menggunakan alat transaksi digital QRIS.

Lalu edukasi QRIS ke kampus-kampus yang ada di NTB, pembayaran pajak kendaraan bermotor menggunakan QRIS,

Serta pembayaran parkir kendaraan menggunakan QRIS.

Uniknya, pembayaran parkir kendaraan bermotor oleh masyarakat dengan QRIS memberikan tren positif, yakni sebesar Rp5,1 miliar di tahun 2022.

"Naik 134,21 persen dari 2021 ke 2022 hntuk transaksi non tunai untuk parkir kendaraan," ucap Fauzi.

Alhasil dengan sederet keberhasilan tersebut Fauzi menyimpulkan KPwBI NTB akan terus menggeber ekonomi mandiri pondok pesantren dan transaksi non digital.

"Akan kami fokuskan dan kembangkan lebih dalam lagi untuk menghadapi tahun 2023 ini," tandas Fauzi.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved