Berita Kota Mataram

Seorang Pembantu Rumah Tangga Nekat Mencuri Kamera untuk Biaya Berobat Anak

Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang berkerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) nekat mencuri di rumah tempatnya berkerja.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Seorang Pembantu Rumah Tangga Nekat Mencuri Kamera untuk Biaya Berobat Anak - Pelaku pencurian kamera yang dilakukan oleh ibu rumah tangga, IIJ (36) asal Dasan Agung, Kota Mataram, dan diinterogasi oleh Wakapolresta Mataram, AKBP Syarif Hidayat, di Polsek Mataram, Kamis (24/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang berkerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) nekat mencuri di rumah tempatnya berkerja.

Dalam pengakuan J (36) yang beralamat di Lingkungan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram mengaku mencuri karena anaknya sedang sakit.

Hal tersebut diakuinya saat konferensi pers di Polsek Mataram, yang dipimpin oleh Wakapolresta Mataram, AKBP Syarif Hidayat bersama Kapolsek Mataram, Kompol Tauhid, Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut disampaikan AKBP Syarif Hidayat, bahwa J sudah kerap kali dibantu oleh majikannya.

Baca juga: Wali Kota Bima Ngaku Akan Laporkan Pencurian Aset Pemkot Bernilai Puluhan Juta Rupiah

Tetapi karena kebutuhan mendesak anaknya yang berumur 16 tahun sakit asma, J nekat mencuri untuk kesekian kalinya.

"Dia sudah diperingatkan untuk terakhir kalinya. Tetapi karena butuh, dia nekat mencuri," ungkap Wakapolresta.

Adapun barang yang dicuri berupa kamera lengkap beserta baterai dan charger nya.

Dan usai mendapatkan barang curian tersebut pada 10 November lalu, J menggadaikan kamera dan charger tersebut ke sebuah tempat pegadaian, dan mendapatkan uang sebesar Rp300 ribu.

Baca juga: Kapolsek Sandubaya Mataram Ajak Masyarakat Hidupkan Siskamling karena Kasus Pencurian Melonjak

Usai mendapatkan uang hasil gadainya, J mengaku telah menghabiskannya untuk biaya perawatan anaknya dan biaya hidup.

Dan atas kejadian tersebut, J diringkus oleh Polsek Mataram pada 23 November 2022.

"Kami menangkap pelaku atas bukti rekaman CCTV di rumah korban tempatnya berkerja," kata Wakapolresta Mataram.

Sementara itu J kini mendekam di Polsek Mataram dan dipersangkakan Pasal 362 KUHP, dengan maksimalkan hukuman 5 tahun penjara.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved