Berita Politik Nasional

Nasdem Usung Anies Baswedan, Elektabilitas PDIP Langsung Turun, Pengamat Menilai Ada Kaitan

Elektabilitas PDIP menurun setelah Nasdem umumkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

pdipperjuangan.id
Nasdem Usung Anies Baswedan, Elektabilitas PDIP Langsung Turun, Pengamat Menilai Ada Kaitan - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ketua DPR RI Puan Maharani saat penutupan Penutupan Rapat Kerja Nasional II PDIP 24 Juni 2022. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Elektabilitas PDIP menurun setelah Nasdem umumkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

Survei Populi Center mempublikasikan hasil survei elektabilitas PDIP di bulan Oktober turun menjadi 15,7 persen, dari 19,3 persen di bulan Maret, dan 21,2 persen di bulan Juli.

Usep Saepul Ahyar, peneliti senior Populi Center menganalisis menurunnya elektabilitas PDIP diduga berkaitan dengan agenda Partai Nasdem yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

Di sisi yang berbeda, Nasdem justru mengalami kenaikan elektabilitas pasca mengumumkan Anies Baswedan sebagai capresnya di 2024.

Baca juga: Kata PDIP Tentang Ganjar Siap Maju Capres, Bukan Pelanggaran dan Jangan Hanya Gimik

Elektabilitas Partai Nasdem meninggal di bulan Oktober menjadi 7,3 persen, ketimbang di bulan Juli 6,3 persen.

Disusul elektabilitas Anies yang juga naik menjadi 26,3 persen, mengalahkan Prabowo di 23,5 persen.

"Anies saya lihat, setelah ada dukungan Nasdem itu kalau dibandingkan dengan Maret dan Juli, itu mengalami sedikit kenaikan," kata Usep, di Kantor Populi Center, Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Secara keseluruhan, paling tidak terdapat 7 partai politik yang mendapat persentase elektabilitas di atas 4 persen apabila pemilihan dilakukan hari ini.

Baca juga: Jokowi Puji Airlangga Hartarto, Pengamat: Ada Peluang, Beliau Punya Partai Bukan Sembarang Partai

Partai-partai tersebut yakni PDIP (15,7 persen), Gerindra (12,6 % ), Golkar (10,3 % ), PKB (7,8 % ), Nasdem (7,3 % ), PKS (6,4 % ), dan Partai Demokrat (6,3 % ). Adapun partai lainnya mendapatkan angka di bawah 4 persen.

"Nasdem juga mengalami kenaikan kalau dibandingkan bulan Juli dan Maret. Kami menduga kenaikan ini ada hubungan positif dengan pencalonan terhadap tokoh yang dianggap punya elektabilitas tinggi di Pilpres 2024."

"Kalau kita lihat dari pengalam Pilpres lalu, tokoh-tokoh ini memiliki efek ekor yang bisa membawa partai yang mendukungnya juga memiliki potensi untuk naik elektabilitasnya, itu saya kira," kata Usep.


Sumber: Tribunnews.com

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved