NTB
TGB Puji Ganjar Pranowo: Figur Baik dan Punya Komitmen Terhadap Keberagaman
Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pertemuan antara Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi perbincangan hangat publik.
Bagiamana tidak, pertemuan antara politisi Partai Perindo dengan politisi PDIP itu dilakukan di tengah hangatnya gonjang-ganjing pencalonan untuk pilpres 2024.
Di tengah tingginya manuver sejumlah partai politik dengan elite nasional, pertemuan dua sahabat lama yakni TGB dengan Ganjar disinyalir tak luput dengan pembahasan mengenai dinamika politik nasional. Termasuk menuju pilpres 2024.
Nama Ganjar Pranowo digadang-gadang menjadi salah satu figur kuat yang akan berlaga di Pilpres 2024.
Baca juga: Litbang Kompas: Mayoritas Pemilih Nasdem Menyukai Ganjar Pranowo
Secara khusus, TGB memberikan pujian kepada sosok politikus senior PDIP itu.
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia itu menilai Ganjar merupakan figur yang punya komitmen kebangsaan yang kuat.
Sikap yang selama ini ditunjukkan Ganjar, kata TGB menjadi ruh yang menjaga kebhinekaan Indonesia dari friksi hingga konflik.
"Pak Ganjar orang baik, komitmen, dan salah satu yang menonjol adalah beliau punya komitmen yang sangat kuat terhadap keberagaman, terhadap nilai-nilai fundamental, yang menjaga kita sebagai suatu bangsa," kata TGB kepada TribunLombok pasca-memberikan pengajian dihadapan ribuan jemaah di Lombok Tengah pada Rabu, (26/10/2022).
Baca juga: Partai Nasdem Klaim 95 Persen Warga Kota Bima Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden
Secara eksplisit, TGB mengatakan dalam pertemuan dengan Ganjar Pranowo, mereka membahas sejumlah isu strategis ihwal dinamika berbangsa dan bernegara.
Termasuk juga berkaitan dengan isu kontestasi demokrasi menuju pemilu 2024.
Keduanya bersepakat bahwa proses demokrasi yang berjalan tidak boleh menyebabkan ikatan persaudaraan menjadi rusak.
TGB dan Ganjar menggarisbawahi agar perbedaan yang ada seharusnya dijadikan sebagai modal sosial menjaga kerukunan berbangsa.
"Kami berkomitmen untuk terus menjadikan perbedaan kita di Indonesia menjadi modal sosial untuk kekuatan bangsa. Bukan menjadi sesuatu yang dipertentangkan, dihadapkan satu dengan yang lain, tetapi menjadi satu modal untuk berkolaborasi," kata cucu Pahlawan Nasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid itu.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/tgb-22222.jpg)