Breaking News:

Sirkuit Mandalika

Fakta Shell Eco-marathon di Sirkuit Mandalika: Kategori Lomba, Hemat Energi dan Jumlah Peserta

Shell eco-marathon merupakan ajang kompetisi di kalangan para mahasiwa dalam menciptakan kendaraan hemat energi.

Penulis: Sinto | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Deputi Country Chair Shell Indonesia, Susi Hutapea (kiri) saat diwawancarai jurnalis TribunLombok.com, Dion DB Putra di Sirkuit Mandalika, Selasa (11/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Shell Eco-marathon di Sirkuit Mandalika secara resmi mulai bergulir pada 13-15 Oktober 2022.

Peserta sudah berdatang di Sirkuit Mandalika sejak 10 dan 11 Oktober 2022. Persiapan lomba tersebut sudah matang.

Baca juga: Shell Eco-marathon Bukan Sekedar Lomba, Susi: Ini Bagian dari Bisnis Kehidupan Masa Depan

Shell eco-marathon merupakan ajang kompetisi di kalangan para mahasiwa dalam menciptakan kendaraan hemat energi.

Tahun ini merupakan pertama kali Shell eco-marathon berlangsung di Indonesia, dan di Sirkuit Mandalia.

"Itulah yang membanggakan, kita bawa shell eco-marathon ke Sirkuit Mandalika," kata Deputy Country Chair Shell Indonesia, Susi Hutapea dalam wawancara khusus dengan TribunLombok.com di Sirkuit Mandalika, Selasa (11/10/2022).

Susi Hutapea menjelaskan, ada dua kategori yang dilombakan dalam event Shell eco-marathon 2022 di Sirkuit Mandalika pada 13-15 Oktober 2022

Kedua kategori itu yakni konsep urban dan prototipe. Konsep urban, kata Susi Hutapea, adalah kendaraan roda empat.

Desain kendaraan konvensional roda empat yang hemat energi sesuai dengan kebutuhan riil transportasi di daerah perkotaan.

Sementara kategori prototipe yaitu kendaraan roda tiga dengan struktur yang lebih efisien. Bisa menempuh jarak yang paling jauh.

Jenis kendaraan futuristik yang bertujuan memaksimalkan efisiensi sumber energi dengan elemen desain yang inovatif.

Susi Hutapea membeberkan, yang membedakan antara urban concept dengan prototype adalah city car atau roda empat sedangkan prototype adalah roda tiga.

"Tim Indonesia akan mengikuti keduanya. Nantinya ada tiga macam energi yang akan digunakan yaitu menggunakan bensin, hidrogen dan satu lagi adalah baterai elektrik," ungkap Susi Hutapea.

Pemenang dalam kompetisi ini adalah yang menempuh jarak paling jauh dengan menghabiskan energi paling sedikit.

Susi menambahkan, peserta yang ikut dalam ajang Shell eco-marathon ini terdiri 49 tim dari 9 negara di wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah.

"Jadi ada teman-teman kita dari Korea, Nepal, Kazakhstan, Vietnam termasuk Indonesia," sebut ibu satu anak ini.

Sebanyak 20 universitas di Indonesia ikut dalam kompetisi tahun ini. Satu universitas bisa mengirimkan lebih dari satu tim.

"Tim Indonesia sangat kompetitif dan kita optimistis. Dalam kunjungan ke beberapa universitas, kami melihat mahasiswa dapat menjabarkan apa saja kemajuan yang telah dicapai. Termasuk penurunan berat kendaraan dan penambahan jarak yang ditempuh," demikian Susi yang bergabung dengan Shell Indonesia tahun 2010. (*)

 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved